Balikpapan – DPRD Kota Balikpapan menyoroti serius persoalan transfer dana dari pemerintah pusat yang tak kunjung cair penuh. Dari kebutuhan sekitar Rp330–340 miliar, dana yang baru masuk ke kas daerah hanya Rp99 miliar.
Ketua DPRD Balikpapan, Alwi Al Qadri, mengungkapkan hal itu usai rapat paripurna penyampaian pemandangan umum fraksi terhadap Nota Penjelasan Wali Kota atas Raperda APBD 2025 sekaligus penetapan Perda RPJMD 2025–2029, Rabu (20/8/2025).
“Kami masih menunggu kepastian, apakah sisanya bisa ditransfer tahun ini atau justru baru tahun depan. Ini menjadi perhatian serius kami,” kata Alwi.
Sementara itu pemerintah provinsi Kaltim sendiri menurut informasi, dana bagi hasil sudah turun di pertengahan Agustus ini. Hanya sayangnya tidak sepenuhnya cair. Untuk provinsi saja anggaran ikut terpotong. Padahal jika dilihat kaltim memberikan pemasukan besar baik dari sektor tambang dan sawit. Atas kejadian ini banyak kontraktor merasa belum diberikan kejelasan akan pembayaran pekerjaan yang sudah rampung. (ek)













