Samarinda – Warganet dihebohkan dengan sebuah siaran langsung di Facebook yang memperlihatkan aksi sadis sekelompok orang menguliti seekor anjing dalam keadaan hidup. Video tersebut, yang pertama kali diunggah melalui akun bernama Hesron Nyoman, dengan cepat menyebar luas dan memicu gelombang kemarahan publik.
Dalam tayangan itu, terlihat empat hingga lima orang menggunakan pisau dan parang untuk memutilasi anjing malang tersebut. Suara jeritan hewan yang tengah disiksa membuat banyak penonton terguncang.
“Ini tindakan biadab dan tidak berperikemanusiaan. Para pelaku harus segera ditangkap dan diadili,” tegas Christian Joshua Pale, Founder & Leader Animals Hope Shelter, kepada wartawan.
Menurut Pale, pihaknya langsung melakukan upaya pelacakan identitas para pelaku dan lokasi kejadian. Hasil penelusuran sementara menyebut peristiwa itu terjadi di Kutai Barat pada Selasa, 19 Agustus 2025. Ia mengaku sudah melaporkan peristiwa tersebut ke kepolisian setempat.
“Kami tidak akan tinggal diam. Kasus ini harus menjadi pintu masuk bagi aparat penegak hukum untuk menindak tegas kekerasan terhadap hewan,” tambahnya.
Video sadis tersebut sontak memicu kecaman luas, bukan hanya dari komunitas pecinta hewan, tetapi juga masyarakat umum yang menilai tindakan itu sudah kelewatan batas. Banyak netizen menyerukan agar praktik penyiksaan hewan dihentikan, serta menuntut pemerintah dan aparat memperkuat aturan perlindungan terhadap satwa.
Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian Kutai Barat masih melakukan penyelidikan terkait identitas dan keberadaan para pelaku. Publik berharap kasus ini tidak hanya berhenti di ranah viral, tetapi benar-benar ditindaklanjuti hingga para pelaku mendapat hukuman setimpal. (ek)













