Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Berita

Makassar Berduka: Tragedi Kebakaran Gedung DPRD Renggut Tiga Nyawa

44
×

Makassar Berduka: Tragedi Kebakaran Gedung DPRD Renggut Tiga Nyawa

Sebarkan artikel ini
Kantor DPRD Makassar. (Foto: Istimewa)

Makassar – Suasana Kota Makassar mendadak mencekam pada Jumat (29/8/2025) sore. Aksi demonstrasi yang sejak siang berlangsung di depan Gedung DPRD Kota Makassar berubah menjadi amuk massa. Gedung dewan perwakilan rakyat itu dilempari bom molotov dan dalam hitungan menit dilalap api.

Example 300x600

Di tengah kepanikan, sejumlah orang yang masih berada di dalam gedung terjebak tanpa sempat menyelamatkan diri. Hasil evakuasi tim gabungan pada Sabtu (30/8) dini hari mencatat delapan orang ditemukan, tiga di antaranya sudah tidak bernyawa.

“Korban diduga tidak sempat keluar karena asap dan api menyebar begitu cepat,” ungkap Plt Kepala BPBD Makassar, M. Fadli.

Korban tewas adalah Sarinawati (26), staf DPRD Makassar; Syaiful (43), pegawai Kecamatan Ujung Tanah; dan Abay, pegawai DPRD Makassar. Dua korban ditemukan dalam kondisi hangus terbakar, sementara satu lainnya meninggal di rumah sakit.

Lima korban lain selamat namun mengalami luka-luka, sebagian besar karena terkena api dan terjebak asap. Mereka kini menjalani perawatan intensif di rumah sakit berbeda.

Aksi massa di Makassar merupakan bagian dari gelombang protes nasional pasca-tewasnya pengemudi ojek online, Affan Kurniawan, akibat dilindas kendaraan taktis Brimob di Jakarta. Amarah yang awalnya ditujukan untuk menuntut keadilan, meluas menjadi aksi anarkis.

Saksi mata menyebutkan massa mulai melemparkan batu dan botol sebelum api menyala. “Tiba-tiba ada yang lempar molotov, terus api langsung besar. Orang-orang panik,” kata Hasan, warga sekitar.

Puluhan kendaraan yang terparkir di halaman DPRD ikut terbakar. Bahkan, saat api berkobar, sejumlah orang memanfaatkan situasi untuk menjarah barang-barang dari gedung dewan.

Pemadam kebakaran bersama relawan SAR berjuang keras memadamkan api hingga Sabtu dini hari. Evakuasi dilakukan dalam kondisi sulit karena sebagian ruangan sudah runtuh.

Kapolda Sulawesi Selatan, Irjen Pol Andi Rachman, menegaskan pihaknya akan memburu pelaku yang diduga memicu pembakaran. “Kami sedang mengidentifikasi provokator. Ada indikasi kuat ini bukan sekadar kemarahan spontan, melainkan ada yang menggerakkan,” tegasnya.

Sabtu pagi, sisa asap masih mengepul dari puing-puing gedung yang gosong. Bau hangus menyelimuti udara. Warga sekitar berdiri terdiam, sebagian menutup hidung, sebagian lain meneteskan air mata saat kantong jenazah dibawa keluar.

“Kami tidak pernah menyangka, gedung yang biasa ramai rapat sekarang jadi kuburan bagi teman-teman kami,” ujar salah satu pegawai DPRD yang selamat.

Hingga kini, aparat keamanan memperketat penjagaan di titik-titik strategis Makassar untuk mengantisipasi aksi lanjutan. Namun, suasana kota masih diliputi ketegangan, sementara keluarga korban tenggelam dalam duka. (ek)