Jakarta – Global Sumud Flotilla (GSF), armada laut yang membawa bantuan kemanusiaan dan aktivis internasional, dilaporkan semakin mendekat ke “zona merah” atau wilayah berbahaya yang berada di perairan lepas pantai Jalur Gaza. Armada non-kekerasan ini bertekad untuk menembus blokade laut Israel demi menyalurkan bantuan vital kepada warga sipil di sana.
Di tengah perkembangan tersebut, salah satu kapal utama dalam misi ini, Al-Damir, dilaporkan telah berhasil berlayar dari Otranto, Italia, pada Selasa (30/9) waktu setempat. Kapal ini membawa sejumlah dokter dan jurnalis internasional untuk misi kemanusiaan.
Perjalanan Al-Damir dilanjutkan meskipun ada tekanan dari Angkatan Laut Italia dan seruan langsung dari Perdana Menteri Italia, Giorgia Meloni, yang mendesak agar misi tersebut dihentikan. GSF menuduh Pemerintah Italia berupaya menyabotase misi mereka, namun pihak flotilla menegaskan bahwa semua peserta telah menyadari risiko yang dihadapi dan berkomitmen penuh untuk menembus blokade.
Armada GSF, yang terdiri dari puluhan kapal, termasuk kapal-kapal yang disumbangkan oleh aktivis Indonesia seperti kapal pengamat Summertimes-Jong yang ditumpangi aktivis kemanusiaan Muhammad Husein, diperkirakan akan tiba di perairan Gaza dalam waktu beberapa hari ke depan.
Dalam beberapa hari terakhir, GSF juga telah menghadapi tantangan serius. Laporan menunjukkan adanya serangan oleh perangkat pembakar terhadap beberapa kapal di armada tersebut pada 23 September, meskipun tidak ada korban jiwa yang dilaporkan. Serangan ini semakin meningkatkan ketegangan menjelang masuknya armada ke zona yang secara rutin dihadang oleh Angkatan Laut Israel.
Beberapa negara, termasuk Spanyol dan Yunani, sebelumnya dilaporkan mengerahkan kapal perang untuk memberikan pengawalan bagi armada tersebut. Namun, fregat angkatan laut Italia dikabarkan akan segera menghentikan pengawalannya saat armada semakin mendekati zona kritis.
Misi GSF bertujuan untuk tidak hanya mengirimkan pasokan medis dan bantuan lainnya, tetapi juga untuk mematahkan blokade laut yang telah berlangsung lama di Jalur Gaza. Para penyelenggara Flotilla menyerukan kewaspadaan dan solidaritas global saat kapal-kapal mereka memasuki wilayah yang paling berisiko. (ek)








