Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Berita

Bertolak ke Washington, Presiden Tegaskan Penguatan Kerja Sama Strategis RI–AS

3
×

Bertolak ke Washington, Presiden Tegaskan Penguatan Kerja Sama Strategis RI–AS

Sebarkan artikel ini
Foto: Istimewa

Jakarta – Prabowo Subianto melakukan kunjungan kerja ke Washington, D.C., Amerika Serikat, Senin (16/2/2026). Kepala Negara bersama rombongan terbatas lepas landas dari Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, untuk melaksanakan agenda diplomatik tingkat tinggi.

Example 300x600

Dilansir dari laman Setneg, Dalam kunjungan tersebut, Presiden didampingi oleh Bahlil Lahadalia dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya. Keberangkatan Presiden menjadi bagian dari agenda diplomasi aktif Indonesia di tengah dinamika geopolitik global.

Selama berada di Washington DC, Presiden Prabowo dijadwalkan melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Pertemuan tersebut akan membahas penguatan hubungan Indonesia–AS, khususnya di bidang perdagangan, energi, investasi, serta kerja sama strategis lainnya.

Sebelum keberangkatan, Presiden Prabowo menegaskan pentingnya hubungan kedua negara.

“Hubungan Indonesia dan Amerika Serikat harus terus kita perkuat. Kita ingin kerja sama yang saling menguntungkan, terutama di bidang perdagangan dan energi,” ujar Presiden Prabowo.

Ia juga menekankan bahwa Indonesia akan tetap mengedepankan kepentingan nasional dalam setiap perundingan.

“Kita datang dengan semangat persahabatan, tetapi tentu dengan prinsip menjaga kepentingan rakyat dan bangsa Indonesia,” tegasnya.

Isu perdagangan dan energi menjadi salah satu fokus utama pembahasan. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyebut peluang kerja sama energi cukup besar, termasuk potensi pasokan minyak dan gas.

“Ada sejumlah opsi kerja sama energi yang akan kita bahas, termasuk peluang peningkatan impor migas dan investasi sektor energi,” kata Bahlil.

Sementara itu, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menjelaskan bahwa pemerintah menargetkan adanya kemajuan konkret dalam negosiasi ekonomi kedua negara.

“Kunjungan ini diharapkan menghasilkan langkah nyata, terutama dalam memperluas akses pasar dan memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global,” ujarnya.

Kunjungan kerja ini juga dinilai sebagai langkah strategis Indonesia dalam memperkuat peran dan posisi di tengah ketidakpastian global. Pemerintah menilai hubungan erat dengan Amerika Serikat sebagai salah satu mitra strategis akan memberikan dampak positif bagi stabilitas ekonomi nasional.

“Diplomasi aktif adalah kunci. Indonesia harus hadir dan berperan dalam percaturan global,” tutup Presiden Prabowo.

Pertemuan bilateral ini diharapkan membuka babak baru kerja sama Indonesia–Amerika Serikat yang lebih erat dan saling menguntungkan di berbagai sektor strategis. (ek)