Menjelang aksi 21 April 2026, pengamanan di Kalimantan Timur diperketat, terutama di kawasan Samarinda dan titik-titik yang dinilai rawan menjadi pusat kerumunan. Polda Kaltim menyiapkan 1.900 personel dan menegaskan pendekatan pengamanan dilakukan secara humanis agar penyampaian aspirasi tetap berjalan tertib tanpa mengganggu aktivitas warga.
Langkah itu diambil setelah berbagai laporan lokal menunjukkan adanya mobilisasi massa dari sejumlah elemen masyarakat. Sejumlah titik vital, mulai dari area pemerintahan, ruas jalan utama, hingga simpul lalu lintas yang berpotensi padat, masuk dalam daftar pengawasan aparat agar situasi tetap terkendali pada hari pelaksanaan.
Di sisi lain, Dinas Perhubungan dan Satlantas Polresta Samarinda juga menyiapkan antisipasi kemacetan. Pengaturan arus lalu lintas, penempatan personel di persimpangan penting, serta pemantauan lokasi yang berpotensi menumpuk massa disiapkan supaya mobilitas warga tetap lancar. Masyarakat yang melintas di kawasan padat diimbau menyesuaikan jadwal perjalanan.
Pemprov Kaltim berharap aksi berlangsung damai dan tidak menimbulkan gangguan terhadap layanan publik. Pemerintah daerah menilai demonstrasi merupakan bagian dari demokrasi, tetapi tetap perlu dijalankan dengan disiplin, komunikasi yang jelas, dan penghormatan terhadap fasilitas umum. Dengan begitu, suara peserta aksi tetap tersampaikan, sementara keamanan dan ketertiban tetap terjaga.
Sejumlah tokoh dan pemangku kepentingan di daerah juga mengingatkan semua pihak agar menjaga suasana kondusif pada Selasa (21/4/2026). Bila pengamanan berjalan rapi dan massa mengikuti aturan lapangan, aksi di Kaltim diharapkan bisa menjadi ruang penyampaian pendapat yang aman, tertib, dan tidak menghambat aktivitas masyarakat luas.






