Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Teknologi

Roblox Pangkas Fitur Chat Orang Tak Dikenal, Komdigi Nilai Sejalan dengan PP Tunas

7
×

Roblox Pangkas Fitur Chat Orang Tak Dikenal, Komdigi Nilai Sejalan dengan PP Tunas

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi gim daring dan perlindungan anak di platform digital
Ilustrasi teknologi digital.

JAKARTA — Roblox mengambil langkah baru di Indonesia setelah bertemu Kementerian Komunikasi dan Digital pada Kamis, 30 April 2026. Platform gim populer itu disebut menonaktifkan fitur komunikasi dengan orang tak dikenal bagi pengguna anak, sejalan dengan dorongan pemerintah untuk memperkuat perlindungan anak di ruang digital.

“Roblox telah menghilangkan fitur komunikasi dengan orang tidak dikenal untuk anak dengan usia kurang dari 16 tahun dan 13 tahun. Langkah ini sejalan dengan aspek utama dalam aturan pemerintah, yakni pembatasan komunikasi dengan orang tak dikenal serta pengendalian konten,”

Example 300x600

Meutya Hafid, Menteri Komunikasi dan Digital

Meutya juga menyebut Roblox sudah menerapkan verifikasi usia bagi pengguna di Indonesia. Menurutnya, penyesuaian itu penting karena basis pengguna Roblox di Tanah Air sangat besar. Dari sekitar 45 juta pengguna Roblox di Indonesia, 23 juta di antaranya disebut masih berusia di bawah 16 tahun.

Selain membatasi percakapan, Roblox juga menyediakan pengaturan waktu layar yang dapat dikendalikan orang tua. Fitur ini membuat kepatuhan platform digital tidak hanya berhenti pada isi konten, tetapi juga pada pola penggunaan gim yang diakses anak-anak setiap hari.

Langkah Roblox ikut menegaskan arah implementasi PP Tunas, beleid yang menuntut platform digital memberi ruang lebih aman untuk anak. Hingga saat ini, pemerintah menyebut sudah ada delapan platform besar yang menyatakan komitmen kepatuhan, di antaranya Facebook, Instagram, Threads, X, Bigo Live, YouTube, dan TikTok.

Bagi orang tua dan sekolah, perubahan ini jadi sinyal bahwa pengawasan terhadap gim daring makin ketat. Pemerintah masih mendorong pembatasan komunikasi dengan akun tak dikenal, pengendalian konten, serta kebiasaan penggunaan gawai yang lebih disiplin di lingkungan belajar.