Samarinda siaga api saat cuaca panas ekstrem melanda kota ini pada Jumat, 8 Mei 2026. Dalam dialog Kentongan Pro 1 RRI Samarinda, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkartan) menyoroti meningkatnya risiko kebakaran bangunan dan lahan selama musim kemarau yang diperkirakan lebih panjang dari biasanya.
Kepala Disdamkartan Kota Samarinda, Hendra AH, menyebut lonjakan suhu udara ikut mendorong naiknya kasus kebakaran sepanjang April 2026. Ia menegaskan bahwa faktor kelalaian manusia masih menjadi penyebab paling dominan, terutama instalasi listrik rumah yang tidak sesuai standar, kabel semrawut, dan penggunaan stop kontak bertumpuk.
“Kebakaran ini sebagian besar disebabkan oleh kelalaian manusia. Banyak instalasi listrik di rumah yang tidak lagi sesuai standar dan kurang diperhatikan masyarakat,”
Menurut Hendra, warga juga perlu menghentikan kebiasaan membakar sampah atau membuka lahan dengan cara dibakar. Dalam cuaca panas dan angin kencang, api bisa cepat merambat ke permukiman terdekat.
11 posko disiagakan di seluruh kecamatan
Kepala Bidang Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Samarinda, Ahmad Suprianto, mengatakan pihaknya telah menyiagakan 11 posko pemadam di seluruh kecamatan agar penanganan bisa lebih cepat. Targetnya, tim tiba di lokasi kurang dari 10 menit supaya api tidak sempat meluas.
“Jadi untuk kejadian kebakaran, tim akan berusaha bisa mencapai lokasi dalam waktu kurang dari 10 menit untuk penanganan segera sehingga api tidak sempat merambat,”
Ahmad menambahkan, standar nasional waktu tanggap kebakaran maksimal 15 menit, tetapi Samarinda terus mendorong respons yang lebih cepat melalui pemerataan posko dan penguatan personel.
Warga diminta cek listrik dan siapkan APAR
Selain kesiapsiagaan petugas, Disdamkartan juga menggenjot edukasi kepada warga soal penggunaan BMKG dan alat pemadam api ringan (APAR). Melalui program Probebaya, warga RT didorong punya APAR portable dan memahami langkah pemadaman awal, termasuk memakai karung basah saat kondisi darurat.
Untuk pembaca yang ingin mengikuti perkembangan berita lokal lainnya, rangkaian isu serupa bisa dipantau di kategori Kaltim. Di tengah musim kemarau panas, pesan utamanya tetap sama: cek instalasi listrik, jangan membakar sampah sembarangan, dan segera lapor bila melihat potensi kebakaran.








