NUSANTARA — Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) menyiapkan strategi mitigasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) berbasis teknologi tinggi untuk menghadapi ancaman El Niño 2026. Langkah ini dibahas dalam rapat koordinasi pemantapan musim kemarau 2026 dan potensi karhutla di Kantor Otorita IKN pada Rabu, 13 Mei 2026.
Sensor api dipasang di tujuh titik rawan
Berdasarkan data BMKG, wilayah sekitar Nusantara diprediksi mengalami curah hujan di bawah normal dengan puncak kekeringan pada Agustus. Untuk itu, Otorita IKN memasang sensor pendeteksi api di tujuh kawasan rawan yang dipantau melalui command center secara real time.
Selain itu, pos pemadam kebakaran disiapkan di lima titik strategis, termasuk kawasan KIPP, agar respons di lapangan bisa lebih cepat sebelum api meluas.
Warga ikut jadi garda depan
Staf Khusus Kepala Otorita IKN Bidang Komunikasi Publik, Troy Pantouw, mengatakan seluruh langkah itu dirancang agar pembangunan IKN tidak terganggu. “Fenomena El Niño merupakan siklus alam yang perlu diantisipasi bersama. Karena itu, Otorita IKN telah menggagas sejumlah strategi mitigasi dan kesiapsiagaan, khususnya dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan, agar aktivitas masyarakat serta pembangunan di IKN tetap berjalan optimal dan tidak terganggu,” ujarnya.
Melalui program Masyarakat Peduli Api dan Desa Tangguh Bencana, warga lokal juga dilibatkan sebagai lapisan pertama pengawasan. Pendekatan ini diharapkan membuat Nusantara tetap aman, hijau, dan tangguh menghadapi perubahan iklim.
Untuk konteks resmi, pembaca bisa melihat informasi di laman Otorita IKN. Lamdak juga membahas OJK mempercepat kehadiran industri keuangan di IKN dan liputan daerah di kanal Kaltim.








