Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Ekonomi

Revamping Pabrik Amonia Pupuk Kaltim Diproyeksi Hemat Rp228 Miliar

17
×

Revamping Pabrik Amonia Pupuk Kaltim Diproyeksi Hemat Rp228 Miliar

Sebarkan artikel ini
Pekerja mengoperasikan mesin produksi pupuk di Pupuk Kaltim, Bontang

LAMDAK.CO, BONTANG – Revamping Pabrik Amonia-2 PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) diproyeksikan menghemat biaya produksi hingga 14,3 juta dolar AS atau sekitar Rp228 miliar per tahun. Efisiensi itu dicapai setelah konsumsi energi pabrik turun lebih dari 10 persen.

Informasi tersebut disampaikan Direktur Utama Pupuk Kaltim Rafli Yandra dalam keterangan di Jakarta, Rabu (7/10/2026). Proyek ini menjadi sorotan karena menyasar pabrik yang telah beroperasi sejak 1984 sekaligus memperkuat pasokan bahan baku urea.

Example 300x600

Konsumsi Energi Pabrik Amonia Turun

Hasil uji kinerja selama 168 jam berturut-turut pada Agustus 2026 menunjukkan konsumsi energi Ammonia Pabrik-2 turun dari 39,28 menjadi 35,25 MMBtu per ton amonia. Capaian tersebut melewati target minimal penghematan 4,00 MMBtu per ton.

“Dengan biaya produksi harian yang lebih rendah dan pasokan bahan baku urea yang lebih andal, kami dapat menjaga kinerja produksi yang kuat untuk mendukung ketahanan pangan nasional,” kata Rafli.

Uji tujuh hari itu dilakukan bersama Casale SA, pemegang lisensi teknologi pabrik amonia asal Swiss. Pupuk Kaltim dan Casale menyatakan proyek revamping telah memenuhi target kinerja yang disepakati.

Kapasitas Produksi Naik 4,18 Persen

Selain menekan penggunaan energi, revamping meningkatkan rata-rata produksi amonia menjadi 1.841 ton per hari. Angka itu naik 4,18 persen dibanding kapasitas sebelumnya yang berada di level 1.767 ton per hari.

Pembaruan proyek mencakup shift converter, ammonia converter, CO2 removal system, serta integrasi Distributed Control System (DCS). Peningkatan ini diharapkan menjaga ketersediaan amonia sebagai bahan baku utama produksi urea Pupuk Kaltim.

Tekan Emisi Karbon dan Perkuat Industri Pupuk

Pupuk Kaltim juga memproyeksikan revamping tersebut menurunkan emisi sekitar 110 ribu ton CO2 per tahun. Efisiensi gas bumi menjadi faktor penting karena komoditas itu berfungsi sebagai bahan baku sekaligus sumber energi utama produksi amonia.

“Capaian ini akan menjadi landasan bagi kami untuk terus berinovasi. Tugas kami berikutnya adalah memastikan pabrik yang kini lebih efisien ini beroperasi secara andal, sehingga pasokan pupuk bagi petani tetap terpenuhi,” ujar Rafli.

Secara regional, peningkatan efisiensi Pupuk Kaltim memperkuat posisi Bontang sebagai salah satu pusat industri pupuk di Kalimantan Timur. Proyek ini juga mendukung agenda revitalisasi industri pupuk nasional dan pengurangan emisi dari sektor manufaktur.

Sumber data: ANTARA dan profil resmi Pupuk Kaltim.