Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Kaltim

Sekolah di Balikpapan PJJ 14–16 Oktober akibat Kabut Asap Karhutla

24
×

Sekolah di Balikpapan PJJ 14–16 Oktober akibat Kabut Asap Karhutla

Sebarkan artikel ini
Kabut asap karhutla di Balikpapan

LAMDAK.CO, BALIKPAPAN — Pemerintah Kota Balikpapan mengalihkan kegiatan belajar tatap muka menjadi Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) selama tiga hari, mulai Rabu hingga Jumat, 14–16 Oktober 2026. Kebijakan ini diambil setelah kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali menyelimuti wilayah kota.

Pengalihan berlaku bagi satuan pendidikan negeri dan swasta, terutama jenjang PAUD, SD, SMP, Sanggar Kegiatan Belajar (SKB), dan Pendidikan Nonformal (PNF). Sekolah diminta menyesuaikan kegiatan belajar secara daring untuk melindungi siswa dari paparan udara yang memburuk.

Example 300x600

Alasan sekolah Balikpapan menerapkan PJJ

Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud mengatakan keputusan tersebut berlaku untuk seluruh sekolah yang masuk dalam kewenangan Pemerintah Kota. Kebijakan itu akan dievaluasi berdasarkan perkembangan kualitas udara dan kondisi kabut asap di lapangan.

“Menghentikan sementara kegiatan belajar tatap muka untuk seluruh satuan pendidikan baik negeri maupun swasta mulai tanggal 14 sampai 16 Oktober 2026, dan dialihkan menjadi PJJ secara daring atau online,” kata Rahmad.

Sebelumnya, Pemkot Balikpapan sempat menyesuaikan jam masuk sekolah dan meniadakan kegiatan luar ruangan. Namun, meningkatnya paparan kabut asap membuat pembelajaran dari rumah dipilih sebagai langkah perlindungan tambahan bagi peserta didik.

Kualitas udara Balikpapan masuk kategori tidak sehat

Pemantauan Stasiun Air Quality Monitoring System (AQMS) Balikpapan Sepinggan pada Senin, 12 Oktober 2026, menunjukkan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) berada di angka 101 pada pukul 09.00 WITA. Konsentrasi PM2,5 tercatat 108 mikrogram per meter kubik, sementara PM10 mencapai 146 mikrogram per meter kubik.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Balikpapan Sudirman Djayaleksana membenarkan kualitas udara berada pada kategori tidak sehat dan berpotensi mengganggu saluran pernapasan. Dinas Kesehatan mengingatkan warga agar membatasi aktivitas di luar ruangan.

“Namun, kita tetap waspada karena asap dari daerah lain juga masih kita rasakan, terutama pada pagi hari,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Balikpapan Alwiyati.

Orang tua diminta dampingi PJJ

Selama masa PJJ, orang tua diminta memastikan anak tetap mengikuti pembelajaran dari rumah. Warga juga diimbau memakai masker ketika harus beraktivitas di luar ruangan, memperbanyak minum air putih, serta menjaga perilaku hidup bersih dan sehat.

Keputusan PJJ tersebut akan menjadi bagian dari evaluasi Pemkot Balikpapan terhadap dampak kabut asap karhutla. Sekolah dapat kembali melaksanakan pembelajaran tatap muka setelah kondisi udara dinilai lebih aman bagi siswa dan tenaga pendidik.

Baca laporan terkait kebijakan PJJ dan kualitas udara Balikpapan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *