Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Ekonomi

Sanksi OJK untuk Tiga Emiten, Jejak Bisnis Prajogo dan Franky di IKN Disorot

17
×

Sanksi OJK untuk Tiga Emiten, Jejak Bisnis Prajogo dan Franky di IKN Disorot

Sebarkan artikel ini
Sanksi OJK terhadap tiga emiten dan jejak bisnis Prajogo Pangestu serta Franky Oesman Widjaja di IKN
Sanksi OJK terhadap tiga emiten dan jejak bisnis Prajogo Pangestu serta Franky Oesman Widjaja di IKN.

JAKARTA — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menjatuhkan sanksi administratif kepada tiga emiten yang terafiliasi dengan dua kelompok usaha besar, yakni Barito Grup milik Prajogo Pangestu dan Sinar Mas Grup yang dikaitkan dengan Franky Oesman Widjaja. Keputusan itu diumumkan setelah regulator menemukan dugaan pelanggaran perdagangan saham dan proses penawaran umum.

Rincian sanksi OJK terhadap tiga emiten

Pada Selasa, 20 Oktober 2026, sanksi yang menjadi sorotan mencakup PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) sebesar Rp500 miliar, PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) sebesar Rp100 miliar, serta PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) sebesar Rp1,5 triliun. OJK menyebut temuan terhadap DSSA berkaitan dengan dugaan manipulasi perdagangan saham, sementara BREN dan CUAN dikaitkan dengan pelanggaran dalam proses penawaran umum.

Example 300x600

Langkah tersebut muncul ketika pasar modal Indonesia berada di bawah tekanan. Pada Jumat, 16 Oktober 2026, IHSG dilaporkan turun 630,78 poin atau 10,76 persen ke level 5.233 dan sempat mengalami penghentian perdagangan selama 30 menit setelah pelemahan menembus ambang batas.

Jejak bisnis di IKN ikut menjadi perhatian

Untuk konteks pembangunan kawasan, pembaca dapat melihat laporan Lamdak tentang percepatan hunian dan investasi IKN.

Selain dampak langsung terhadap emiten, perhatian publik tertuju pada jejak investasi kedua tokoh di Ibu Kota Nusantara (IKN). Prajogo Pangestu dan Franky Oesman Widjaja disebut masuk dalam kelompok pemodal yang terlibat dalam ekosistem pembangunan IKN pada era pemerintahan Joko Widodo.

Relasi antara modal besar, proyek strategis, dan kebijakan negara dinilai perlu dibaca berbasis data. Direktur Eksekutif Indonesia Political Review Iwan Setiawan mengatakan, gejolak di pasar saham berpotensi memiliki dimensi politik, terutama ketika kepentingan ekonomi kelompok usaha besar beririsan langsung dengan dinamika kekuasaan.

Namun, Iwan mengingatkan dugaan manuver politik di balik pergerakan IHSG tetap harus diuji secara objektif. Ia mendorong OJK dan Bursa Efek Indonesia memastikan apakah terdapat transaksi tidak wajar atau indikasi manipulasi pasar yang memerlukan penyelidikan lanjutan.

Pengawasan pasar modal ditunggu

Sanksi terhadap tiga emiten tersebut menempatkan konsistensi pengawasan pasar modal sebagai perhatian utama. Investor membutuhkan kepastian bahwa setiap pelanggaran ditangani transparan, sementara publik perlu memisahkan fakta penegakan aturan dari spekulasi politik yang belum terbukti.

Perkembangan kasus, penjelasan lanjutan OJK, dan respons emiten akan menjadi faktor penting untuk melihat dampaknya terhadap kepercayaan investor serta iklim investasi yang berkaitan dengan proyek strategis, termasuk IKN. Baca konteks pemberitaan awal dan rincian kasusnya.