Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
BeritaKaltimSamarinda

Asky Rizal Toding Minta Maaf kepada Mahasiswa GMNI Samarinda

24
×

Asky Rizal Toding Minta Maaf kepada Mahasiswa GMNI Samarinda

Sebarkan artikel ini

SAMARINDA — Ajudan Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud, Asky Rizal Toding, menyampaikan permintaan maaf kepada mahasiswa GMNI Samarinda setelah insiden di lingkungan Kantor Gubernur Kaltim pada Senin, 19 Oktober 2026.

Permintaan maaf itu disampaikan melalui video klarifikasi yang beredar pada Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam video tersebut, Asky mengakui sikapnya sebagai tindakan arogan dan menyebut perbuatannya telah menimbulkan ketidaknyamanan bagi mahasiswa serta masyarakat.

Example 300x600

Asky Rizal Toding akui tindakan berlebihan

Insiden berlangsung sekitar pukul 18.00 Wita di halaman Masjid Nurul Mukminin, kompleks Pemerintah Provinsi Kaltim. Asky menyatakan tindakan itu dilakukan secara spontan dan tanpa instruksi dari pihak lain.

“Saya menyadari bahwa tindakan saya tersebut adalah sebuah kesalahan dan telah menimbulkan ketidaknyamanan serta tidak ada pembenaran atas perbuatan saya,” ujar Asky dalam video klarifikasinya.

Ia kemudian kembali meminta maaf dan berjanji tidak mengulangi tindakan serupa.

“Sekali lagi saya memohon maaf sebesar-besarnya atas semua tindakan saya yang terlalu berlebihan dan berjanji tidak akan mengulangi kembali,” katanya.

Kronologi insiden dengan mahasiswa GMNI Samarinda

Insiden terjadi setelah mahasiswa GMNI Samarinda menggelar aksi terkait penanganan kebakaran hutan dan lahan di Kaltim. Seusai aksi, sejumlah mahasiswa berada di sekitar masjid sambil menunggu azan Magrib sebelum bersiap pulang.

Salah seorang kader GMNI, Rossa Tri Rahmawati, menuturkan bahwa situasi berubah ketika Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud datang untuk beribadah. Ia mengaku merekam kedatangan gubernur dan menanyakan alasan gubernur tidak menemui mahasiswa saat aksi berlangsung.

Menurut Rossa, seorang ajudan kemudian berupaya menangani telepon genggam miliknya. Kader GMNI lainnya, Ridwan, juga menyebut terjadi kontak fisik yang memicu ketegangan.

Pemprov Kaltim serahkan mekanisme kepada Polri

Kepala Diskominfo Kaltim Ririn Saridewi sebelumnya menyampaikan permohonan maaf atas insiden tersebut. Ia mengatakan kejadian itu menjadi bahan evaluasi bagi Pemprov Kaltim agar hubungan dengan masyarakat dan mahasiswa berjalan lebih baik.

Ririn menyebut Asky merupakan personel kepolisian yang diperbantukan. Saat ditanya mengenai kemungkinan teguran atau tindak lanjut khusus, ia menjawab singkat, “Mekanismenya ada di Polri.”

Artikel ini diperbarui berdasarkan perkembangan informasi pada 21 Oktober 2026. Baca laporan terkait dari Eksposkaltim dan Tirto.