PENAJAM PASER UTARA — Produksi air bersih PPU di Kecamatan Waru akan diperkuat setelah Perumda Air Minum Danum Taka (AMDT) memperoleh dukungan anggaran Rp9 miliar dari pemerintah pusat. Kapasitas Instalasi Pengolahan Air (IPA) Waru ditargetkan meningkat hingga 60 liter per detik.
Direktur Perumda AMDT PPU Abdul Rasyid menyampaikan rencana itu pada Minggu, 1 November 2026. Dukungan tersebut diajukan untuk meningkatkan kapasitas layanan air bersih di tengah keterbatasan pasokan dan jangkauan distribusi yang saat ini masih terbatas.
Kapasitas IPA Waru Ditargetkan Naik
Rasyid mengatakan usulan awal pembangunan instalasi pengolahan air berada pada kapasitas 30 liter per detik dengan memanfaatkan Bendungan Waru. Namun, AMDT berharap kapasitasnya dapat dinaikkan menjadi 50 hingga 60 liter per detik.
“Pak Bupati PPU baru saja menyampaikan permohonan ke kementerian, alhamdulillah mendapat bantuan sebesar Rp9 miliar tahun depan untuk peningkatan kapasitas produksi di Waru,” kata Rasyid.
Saat ini, Perumda AMDT masih memanfaatkan Embung Waru. Jika Bendungan Waru dapat digunakan sebagai sumber air baku, kapasitas pemanfaatannya diperkirakan bisa mencapai 100 liter per detik.
Distribusi Air Masih Terbatas
Penguatan produksi diperlukan karena ketersediaan air mengalami penyusutan. Selain itu, cakupan distribusi dari instalasi pengolahan air di Waru masih terbatas hingga wilayah Petung.
Karena itu, tambahan kapasitas produksi perlu diikuti dengan penguatan jaringan agar pasokan benar-benar menjangkau lebih banyak warga Penajam Paser Utara.
Pompa Booster Disiapkan pada 2027
Perumda AMDT juga merencanakan pembangunan pompa booster pada 2027. Fasilitas ini akan membantu mengalirkan produksi air dari Waru menuju reservoir Lawe-Lawe sebelum diteruskan ke Penajam.
Pompa booster disiapkan sebagai jalur alternatif apabila pasokan air baku dari Embung Waru maupun Bendung Lawe-Lawe mengalami kendala. AMDT menyebut pompa booster di kantor perusahaan sudah tersedia, tetapi pemanfaatannya belum maksimal karena volume air yang disalurkan masih terbatas.
“Kita tidak perlu membangun booster di Penajam, karena di Kantor Perumda sudah memiliki pompa booster cuma belum maksimal karena yang disalurkan sedikit,” ujar Rasyid.
Dengan peningkatan kapasitas dan rencana distribusi alternatif tersebut, produksi air bersih PPU diharapkan dapat menopang perluasan layanan bagi masyarakat, khususnya di wilayah yang masih menghadapi keterbatasan pasokan.
Baca juga: Berita Penajam Paser Utara.
Sumber informasi: Korankaltim.com.








