Senin, 27 April 2026, Changan Indonesia mendorong pemerintah memberi perlakuan yang lebih setara kepada teknologi range extended electric vehicle (REEV) dan battery electric vehicle (BEV). Sikap ini muncul seiring masuknya Changan ke pasar Indonesia dengan membawa Deepal S05, model REEV yang diproyeksikan menyasar konsumen yang ingin beralih ke elektrifikasi tanpa kehilangan rasa aman soal jarak tempuh.
Di tengah percepatan transisi kendaraan listrik, Changan menilai REEV bisa menjadi jembatan yang realistis untuk pasar Indonesia. Teknologi ini tetap mengandalkan motor listrik sebagai penggerak utama, sementara mesin bensin berfungsi membantu mengisi daya baterai ketika dibutuhkan. Dengan pola seperti itu, mobil listrik dipandang lebih fleksibel untuk perjalanan jauh dan kebutuhan harian yang beragam.
Changan juga mengisyaratkan pentingnya kepastian kebijakan, termasuk soal insentif pajak, agar REEV tidak tertinggal dari BEV. Bagi pelaku industri, kepastian regulasi menjadi faktor penting karena akan menentukan harga jual, minat konsumen, dan arah investasi di sektor otomotif listrik.
Bagi pasar Indonesia, terutama di kota-kota besar dan wilayah yang mobilitasnya masih tinggi, masuknya REEV menambah warna baru dalam peta persaingan kendaraan listrik. Opsi ini memberi alternatif di tengah pembeli yang belum sepenuhnya siap masuk ke mobil listrik murni, tetapi sudah mencari kendaraan yang lebih efisien dan ramah emisi.







