Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Kaltim

Eni Italia Investasi Rp150 Triliun di Kaltim, Bahlil Janjikan Participating Interest untuk Daerah

65
×

Eni Italia Investasi Rp150 Triliun di Kaltim, Bahlil Janjikan Participating Interest untuk Daerah

Sebarkan artikel ini
Foto : IG Bahlil Lahadalia

Samarinda — Kalimantan Timur kembali mencatatkan investasi besar di sektor energi. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengumumkan bahwa perusahaan energi asal Italia, Eni, akan menanamkan investasi senilai USD 10 miliar atau sekitar Rp150 triliun untuk pengembangan lapangan gas di lepas pantai Kalimantan Timur.

Example 300x600

Investasi ini akan difokuskan pada dua blok strategis: Blok Merakes dan Jangkrik yang berada di Selat Makassar. Produksi gas dari dua lapangan tersebut ditargetkan mulai berjalan pada tahun 2027 dan diperkirakan akan meningkatkan pasokan gas untuk kebutuhan domestik dan ekspor.

“Investasi Eni ini sangat besar dan akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi daerah. Ini momentum penting untuk Kalimantan Timur,” ujar Bahlil saat membuka Musda XI Partai Golkar Kaltim di Samarinda, Sabtu (19/7).

Bahlil juga menyampaikan kabar baik mengenai participating interest (PI) 10 persen. Ia berjanji akan meminta Eni menyerahkan PI tersebut kepada pemerintah daerah Kalimantan Timur sebagai bentuk keadilan ekonomi.

“Saya tidak ingin PI dikelola terus oleh Jakarta. Kita akan serahkan kepada daerah agar bisa jadi tuan rumah di wilayah sendiri,” tegasnya.

Kebijakan ini sejalan dengan Permen ESDM Nomor 37 Tahun 2016 yang membuka jalan bagi daerah mendapatkan keuntungan langsung dari aktivitas migas.

Sebagian besar aktivitas proyek gas ini berada di sekitar wilayah Penajam Paser Utara, yang juga merupakan lokasi Ibu Kota Nusantara (IKN). Karena itu, Bahlil menekankan pentingnya pengawasan ketat agar investasi berjalan lancar.

“Semua mata tertuju pada IKN. Kalau sampai ada masalah dalam pengelolaan investasi, maka nama IKN bisa ikut tercoreng,” ucapnya.

Menurut pengamat energi dari Universitas Mulawarman, kehadiran investasi jumbo ini harus dibarengi dengan penguatan kesiapan daerah, pengawasan lingkungan, serta penguatan SDM lokal.

Di sisi lain, Menteri Bahlil menggarisbawahi pentingnya stabilitas ekonomi di tengah konflik geopolitik dunia. Ia mengapresiasi langkah Presiden Prabowo dalam melobi Amerika Serikat untuk menurunkan tarif ekspor Indonesia dari 32% menjadi 19%.

“Di tengah perang tarif dan ketegangan global, diplomasi Presiden berhasil mengamankan posisi Indonesia,” tambahnya.

Dengan investasi besar dari Eni, Kalimantan Timur sekali lagi membuktikan posisinya sebagai pusat energi nasional. Jika PI benar-benar diserahkan ke daerah dan pengelolaan dilakukan secara profesional, maka rakyat Kaltim akan mendapatkan manfaat nyata — bukan hanya sebagai lokasi eksploitasi, tetapi sebagai bagian dari poros energi masa depan Indonesia. (ede)