Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Berita

FPMM Gelar Maulid Nabi, Umar Kei Soroti Nasib Pemuda Maluku

59
×

FPMM Gelar Maulid Nabi, Umar Kei Soroti Nasib Pemuda Maluku

Sebarkan artikel ini
Foto Istimewa

BEKASI — Front Pemuda Maluku (FPMM) menggelar Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 H bertema “Melangitkan Akhlak, Membumikan Ilmu” di Masjid Ar-Romlah, Pondok Gede, Sabtu (6/9/2025).

Acara berlangsung khidmat dengan tausiyah Ustaz H. Fadlan Garamatan yang menekankan pentingnya keteladanan Nabi Muhammad SAW dalam kehidupan sehari-hari, terutama bagi generasi muda Maluku.

Example 300x600

Selain ceramah, FPMM juga membagikan santunan kepada 200 anak yatim sekitar lokasi acara, sebagai wujud kepedulian sosial dan kontribusi nyata terhadap masyarakat.

Dalam sambutannya, Ketua Umum FPMM H. Umar Kei menyoroti nasib lulusan perguruan tinggi Maluku yang banyak kesulitan memperoleh pekerjaan layak ketika datang ke ibu kota.

“Setiap tahun ribuan pemuda Maluku bergelar sarjana datang ke ibu kota, tapi banyak yang akhirnya kerja jadi penagih utang. Pemerintah jangan tutup mata, harus buka peluang kerja layak,” tegas Umar Kei.

Umar Kei juga menekankan pentingnya peningkatan kapasitas pemuda Maluku, khususnya penguasaan bahasa Inggris sebagai modal penting untuk menembus persaingan internasional dan membuka peluang pendidikan maupun kerja global.

“Bahasa Inggris sangat penting, karena menjadi modal dalam dunia internasional,” tambahnya.

Acara ini turut dihadiri sejumlah tokoh publik, di antaranya Wakil Gubernur Maluku Abdullah Vanath, aktivis politik Ali Mochtar Ngabalin, artis Irfan Hakim, serta perwakilan ormas nasional.

Dalam pidatonya, Ali Mochtar Ngabalin menekankan pentingnya moralitas, akhlak, serta pendidikan global sebagai bekal utama generasi muda Maluku menghadapi tantangan zaman yang semakin kompleks.

“Kalau hidup tanpa akhlak, apa bedanya dengan yang lain? Bekal utama pemuda Maluku adalah moral dan bahasa internasional,” kata Ngabalin.

Ia juga menambahkan komitmennya untuk membantu anak-anak Maluku yang ingin melanjutkan studi ke luar negeri, khususnya di bidang pendidikan tinggi dan penguasaan bahasa internasional.

“Saya bisa memberikan hanya dengan selembar surat dari saya untuk bisa melanjutkan sekolah di luar negeri,” ujarnya.

Wakil Gubernur Maluku Abdullah Vanath memberikan apresiasi tinggi atas peran FPMM yang dianggap berperan menjaga persatuan bangsa, sekaligus memperkuat ikatan masyarakat Maluku di Jabodetabek.

“Maluku adalah salah satu dari delapan provinsi pertama yang melahirkan NKRI. Apa yang dilakukan FPMM di Jabodetabek adalah wujud nyata sumbangsih rakyat Maluku,” ungkap Vanath.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Bekasi Abd Haris Bobihoe juga menyampaikan penghargaan terhadap kiprah FPMM dalam menciptakan suasana kondusif di tengah masyarakat yang penuh dinamika sosial politik.

“Pemerintah Kota Bekasi sangat memberikan apresiasi, kebanggaan, dan penghormatan kepada para pemuda Muslim. Peran FPMM luar biasa. Ini terbukti ketika gonjang-ganjing demo terjadi di Jakarta dan sekitarnya, Kota Bekasi tetap kondusif berkat kerja sama seluruh elemen masyarakat termasuk FPMM,” ungkapnya. (fs)