JAKARTA— Kata “Guru” mendadak jadi topik terpanas di X setelah beredar potongan video yang menampilkan Menteri Keuangan Sri Mulyani seolah menyebut guru “beban negara” dalam forum di ITB pada 7 Agustus 2025. Kementerian Keuangan membantah tegas: video tersebut hasil deepfake sekaligus potongan tidak utuh dari pidato Sri Mulyani.
“Menkeu tidak pernah menyatakan guru adalah beban negara,” ujar Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kemenkeu, Deni Surjantoro.
Bersamaan dengan polemik itu, perdebatan publik mengarah pada arah kebijakan pendidikan dan kesejahteraan guru, menyusul pembahasan RAPBN 2026 yang tetap menjaga porsi pendidikan minimal 20% APBN namun juga memuat program Makan Bergizi Gratis (MBG) skala besar.
Di sisi lain, pemerintah menggulirkan sejumlah skema peningkatan kesejahteraan guru pada 2025: tambahan kesejahteraan setara 1x gaji pokok untuk ASN, peningkatan tunjangan bagi non-ASN, serta keberlanjutan Tunjangan Profesi Guru (TPG). Data yang beredar menyebut alokasi kesejahteraan guru ASN dan non-ASN mencapai Rp81,6 triliun pada 2025, sementara TPG untuk 1,52 juta guru ASN daerah dialokasikan sekitar Rp66,92 triliun. (ah)








