LAMDAK.CO, BALIKPAPAN – Harga tiket pesawat balikpapan kembali menjadi sorotan setelah tarif rute Balikpapan–Jakarta disebut sudah menyentuh kisaran Rp1,7 juta hingga Rp2 juta per orang. Dampaknya, pergerakan penumpang harian di Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan Balikpapan turun dari rata-rata 14.000–15.000 orang menjadi sekitar 9.000–11.000 orang per hari.
General Manager Bandara SAMS Sepinggan, R Iwan Winaya Mahdar, menjelaskan kondisi itu terjadi dalam beberapa bulan terakhir dan terasa kuat setelah periode Lebaran 2026 berakhir. Ia menyebut penurunan trafik terlihat jelas pada hari biasa, sedangkan akhir pekan masih bergerak di kisaran 12 ribu penumpang.
Harga tiket naik, penumpang beralih ke moda lain
Iwan mengatakan tarif penerbangan dari Balikpapan ke Jakarta yang sebelumnya sekitar Rp1,1 juta kini melonjak hingga Rp1,7 juta sampai Rp2 juta. Kenaikan juga terasa pada rute padat lain seperti Surabaya dan Yogyakarta yang selama ini menjadi jalur favorit warga Kalimantan Timur.
“Kebijakan penetapan harga tiket sepenuhnya berada di tangan maskapai penerbangan,” ujarnya. Menurut dia, mahalnya ongkos terbang membuat sebagian masyarakat menunda perjalanan atau mengalihkan mobilitas ke jalur laut. Dari data pergerakan yang dihimpun pengelola bandara, lonjakan penumpang pelabuhan disebut mencapai sekitar 30–40 persen.
Avtur menyumbang tekanan biaya penerbangan
Iwan menambahkan komponen avtur memegang porsi besar dalam biaya operasional penerbangan, mencapai sekitar 40 persen dari formulasi harga tiket. Karena itu, fluktuasi harga bahan bakar sangat cepat tercermin pada tarif yang dibayar penumpang.
Pada Maret 2026, harga avtur masih berada di kisaran Rp15.248,10 per liter. Angka itu kemudian melonjak menjadi Rp28.949,13 per liter pada Mei 2026 sebelum turun tipis ke Rp25.966,29 per liter pada Juni 2026. Tekanan biaya perjalanan udara ini muncul ketika konektivitas darat Balikpapan juga terus dibenahi, termasuk lewat rehabilitasi Jalan Soekarno-Hatta dengan Aspal Asbuton PG 70 untuk menopang mobilitas kawasan.
Bila kenaikan tarif bertahan, penumpang yang bepergian untuk keperluan nonmendesak diperkirakan masih akan menahan perjalanan. Saat ini, arus di Bandara SAMS Sepinggan disebut lebih banyak ditopang pelaku perjalanan dinas dan pekerja industri.








