Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Olahraga

Indonesia Gagal Juara, Takluk 0-1 dari Vietnam di Final Piala AFF U-23 2025

67
×

Indonesia Gagal Juara, Takluk 0-1 dari Vietnam di Final Piala AFF U-23 2025

Sebarkan artikel ini
Robi Darwis cs harus mengakui keunggulan tim lawan. (Foto : IG Robi Darwis)

Jakarta — Harapan besar publik sepak bola Tanah Air untuk melihat Timnas Indonesia U-23 mengangkat trofi Piala AFF U-23 2025 harus kandas di tangan Vietnam. Dalam laga final yang digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Selasa malam, skuad Garuda Muda harus mengakui keunggulan Vietnam dengan skor tipis 0-1.

Example 300x600

Gol penentu kemenangan Vietnam dicetak oleh Nguyen Cong Phuong pada menit ke-37 melalui situasi sepak pojok yang menimbulkan kemelut di jantung pertahanan Indonesia. Kesalahan antisipasi membuat bola liar berhasil dimanfaatkan oleh Cong Phuong menjadi gol semata wayang dalam pertandingan tersebut.

Memasuki babak kedua, Indonesia tampil lebih agresif. Pelatih Gerald Vanenburg melakukan sejumlah perubahan strategi untuk mengejar ketertinggalan. Peluang emas hadir lewat Jens Raven, Rayhan Hannan, serta tendangan bebas Arkhan Fikri, namun rapatnya barisan pertahanan Vietnam membuat skor tidak berubah hingga peluit panjang dibunyikan.

Kekalahan ini memperpanjang puasa gelar Indonesia di ajang Piala AFF U-23, sekaligus menjadi kekalahan kedua secara beruntun dari Vietnam di partai final. Pada edisi 2023, Indonesia juga harus menyerah dari Vietnam melalui adu penalti setelah bermain imbang tanpa gol.

Dengan kemenangan kali ini, Vietnam resmi mencatatkan diri sebagai juara tiga kali berturut-turut di Piala AFF U-23, mempertegas dominasi mereka di level usia muda di kawasan Asia Tenggara.

Apresiasi untuk Perjuangan Garuda Muda

Meski gagal membawa pulang trofi, Timnas U-23 Indonesia patut mendapatkan apresiasi. Performa impresif selama turnamen, termasuk kemenangan dramatis atas Thailand di semifinal lewat adu penalti, menunjukkan potensi besar generasi muda Merah Putih.

Pelatih Vanenburg menekankan bahwa kekalahan ini akan menjadi pelajaran berharga untuk pembenahan ke depan, terutama menjelang ajang-ajang besar seperti SEA Games dan Kualifikasi AFC U-23 mendatang.

“Kami kecewa, tentu saja. Tapi kami bangga dengan kerja keras anak-anak. Mereka telah memberi segalanya di lapangan,” ujar Vanenburg usai pertandingan.

Meskipun mimpi menjadi juara belum terwujud, Garuda Muda tetap menunjukkan bahwa masa depan sepak bola Indonesia masih menyala — tinggal bagaimana menjaga konsistensi dan menajamkan mental juara. Garuda belum menang hari ini, tapi terbangnya belum usai. (ede)