JAKARTA– Jejak investasi Tiongkok di Ibu Kota Nusantara (IKN) semakin dalam. Setelah andil besar dalam infrastruktur, kini investor dari Negeri Tirai Bambu menunjukkan minat serius di sektor perumahan—khususnya proyek 20 menara rumah susun ASN senilai Rp 13,4 triliun melalui skema KPBU (Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha). Ini menjadi salah satu konsorsium hunian terbesar yang kini sedang dalam proses evaluasi oleh Otorita IKN.
Konsorsium yang terdiri dari China Harbour Engineering Company (CHEC) dan IJM sedang menggarap proyek hunian tersebut di wilayah WP 1B, yang nantinya akan diperuntukkan bagi Aparatur Sipil Negara (ASN). Skema ini sejalan dengan strategi KPBU yang tak hanya mempercepat pembangunan, tetapi juga menjaga transparansi dan akuntabilitas publik jangka panjang.
Dua konsorsium besar lainnya—CHEC–IJM dan CSCEC–CREC—juga tengah mengembangkan proyek moda terpadu (MUT) dan jalan tol senilai masing-masing Rp 27,1 triliun dan Rp 27,9 triliun. Namun minat mereka di hunian ASN menunjukkan komitmen lebih lanjut terhadap pembangunan IKN dari sisi hulu hingga hilir.
Nilai investasi Tiongkok di IKN secara keseluruhan mendekati Rp 68,4 triliun hingga akhir Mei 2025. Proyek-proyek tersebut mencakup sektor perumahan, moda terpadu, jalan tol, serta pengembangan mixed-use seperti Delonix Nusantara Commercial Complex dengan nilai Rp 500 miliar. Ini menjadi bukti bahwa China tidak hanya tertarik pada aspek infrastruktur besar, tetapi juga siap menanam modal di ekosistem urban IKN. (ah)













