Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Kaltim

Kuota Sekolah Negeri Jadi Momok, Orang Tua di Balikpapan Pilih Swasta

61
×

Kuota Sekolah Negeri Jadi Momok, Orang Tua di Balikpapan Pilih Swasta

Sebarkan artikel ini

Balikpapan – Suasana haru dan cemas menyelimuti hari pertama masuk sekolah di sejumlah sekolah dasar di Balikpapan, termasuk di SDIT BIS Balikpapan Baru, Senin (15/7). Para orang tua tampak setia menemani buah hati mereka yang baru pertama kali duduk di bangku Sekolah Dasar (SD), termasuk Irwan, salah satu wali murid yang mengantarkan anaknya di hari pertama sekolah.

Example 300x600

Irwan mengaku was-was saat melepas anaknya yang baru masuk kelas 1. Kekhawatiran utamanya adalah soal adaptasi di lingkungan baru, terlebih ini merupakan pengalaman pertama anaknya bersekolah secara formal.

“Saya cukup khawatir, takut anak saya belum bisa langsung beradaptasi dengan teman dan lingkungan barunya. Tapi semoga saja semua berjalan lancar,” ujar Irwan kepada media ini.

Lebih lanjut, Irwan mengungkapkan alasan memilih menyekolahkan anaknya di sekolah swasta. Ia mengaku sempat trauma dengan sistem zonasi dan kuota terbatas di sekolah negeri. Pengalaman teman-temannya yang gagal mendapatkan sekolah pilihan membuat Irwan mengambil langkah antisipatif.

“Banyak teman saya anaknya tidak tertampung di sekolah negeri karena kuotanya habis. Saya nggak mau kejadian seperti itu menimpa anak saya, makanya dari awal saya pilih sekolah swasta walaupun biayanya memang tidak murah,” ungkapnya.

Irwan juga berharap pemerintah bisa menambah jumlah sekolah negeri di Balikpapan agar masyarakat memiliki lebih banyak pilihan, terutama bagi keluarga dengan keterbatasan biaya.

“Saya berharap ke depannya pemerintah bisa menambah sekolah negeri yang berkualitas di Balikpapan. Supaya masyarakat nggak harus bersaing ketat hanya karena kuota terbatas,” tutup Irwan.

Hari pertama sekolah menjadi momen penting tidak hanya bagi para siswa baru, tetapi juga para orang tua yang turut menaruh harapan besar akan pendidikan terbaik bagi anak-anak mereka. (ede)