Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Kaltim

Lima Tahanan Polsek Samarinda Kota Buron, Polisi Kepung Wilayah Perbatasan

74
×

Lima Tahanan Polsek Samarinda Kota Buron, Polisi Kepung Wilayah Perbatasan

Sebarkan artikel ini
Kamar mandi dibobol. (Foto: Istimewa)

Samarinda – Pengejaran terhadap lima tahanan yang kabur dari sel Polsek Samarinda Kota terus dikebut. Hingga Rabu (22/10/2025), aparat Polresta Samarinda bersama tim gabungan masih memburu para pelaku pelarian massal yang sempat mengguncang Kota Tepian pada Minggu (19/10/2025) siang.

Dari total 15 tahanan yang nekat melarikan diri, 10 orang sudah berhasil dibekuk kembali. Kini, perhatian polisi tertuju pada lima buronan yang masih berkeliaran.

Example 300x600

Kapolresta Samarinda, Kombes Pol Hendri Umar, menegaskan bahwa pihaknya telah mengerahkan personel hingga ke wilayah perbatasan, termasuk jalur keluar menuju Kutai Kartanegara (Kukar) dan Bontang.

“Kami sudah mengamankan 10 orang. Lima lainnya masih kami kejar.

Identitas dan foto mereka sudah disebar ke seluruh jajaran dan masyarakat. Kami imbau agar segera menyerahkan diri, karena kabur hanya akan memperberat hukuman,” tegas Kombes Hendri.

Dari hasil penyelidikan awal, pelarian massal ini bukan aksi spontan. Para tahanan ternyata sudah merancang aksinya dengan matang. Mereka menjebol dinding toilet sel menggunakan pipa besi jemuran dan paku yang dimodifikasi menjadi alat pembobol.

Kerusakan di ruang tahanan Polsek Samarinda Kota tergolong parah. Kini seluruh tahanan, baik yang tertangkap kembali maupun yang tak ikut melarikan diri, telah dipindahkan ke ruang tahanan Polresta Samarinda untuk menghindari insiden serupa.

Dua dari tahanan yang berhasil ditangkap disebut-sebut sebagai otak pelarian, dan kini tengah diperiksa intensif. Mayoritas para pelaku merupakan tahanan kasus berat — mulai dari pencurian dengan pemberatan (curat), curanmor, hingga kekerasan seksual terhadap anak.

Tak hanya memburu tahanan, Polresta Samarinda juga tengah menelusuri kemungkinan adanya kelalaian petugas jaga. Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Kaltim telah memeriksa sejumlah anggota yang bertugas saat kejadian.

“Pemeriksaan sedang berlangsung untuk memastikan apakah ada unsur kelalaian atau bahkan indikasi pelanggaran pidana. Jika terbukti, kami akan tindak tegas,” ujar Kombes Hendri.

Pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat agar waspada dan segera melapor jika melihat atau mengetahui keberadaan para buronan tersebut.

“Kami harap masyarakat ikut membantu. Laporkan segera ke kantor polisi terdekat jika menemukan sesuatu yang mencurigakan,” pungkas Hendri. (Ek)