Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Kriminal

Misteri Kematian Diplomat Muda Kemlu: CCTV Ungkap Gerak-gerik Aneh Penjaga Kos

47
×

Misteri Kematian Diplomat Muda Kemlu: CCTV Ungkap Gerak-gerik Aneh Penjaga Kos

Sebarkan artikel ini

Jakarta — Kasus kematian misterius diplomat muda Kementerian Luar Negeri (Kemlu), ADP (38), di sebuah kamar kos kawasan Menteng, Jakarta Pusat, menyisakan tanda tanya besar. Polisi masih mendalami berbagai petunjuk termasuk rekaman CCTV yang menampilkan aktivitas mencurigakan penjaga kos jelang penemuan jasad korban.

Dari rekaman CCTV terbaru yang diperoleh pihak kepolisian, terlihat penjaga kos beberapa kali mondar-mandir di sekitar kamar korban pada Selasa (9/7/2025) dini hari. Ia tampak mengenakan sarung dan berbicara melalui telepon sambil mengintip ke arah jendela dan celah pintu kamar korban.

Example 300x600

“Kami sudah mengamankan CCTV dan memeriksa penjaga kos yang terlihat dalam rekaman. Gerak-geriknya berdasarkan keterangan sementara dilakukan atas permintaan istri korban, yang tidak bisa menghubungi suaminya,” ungkap Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Ade Ary Syam Indradi, dalam keterangannya kepada pers, Jumat (12/7).

Menurut polisi, jasad ADP ditemukan dalam kondisi mengenaskan — terdapat lakban yang melilit kepala dan wajah korban. Pintu kamar dikabarkan dalam keadaan terkunci dari dalam, namun belum dapat dipastikan apakah korban meninggal akibat bunuh diri atau ada unsur tindak pidana.

“Kami terus mendalami motif kematian dengan memeriksa kondisi psikologis korban. Untuk itu, kami juga melibatkan ahli psikologi forensik,” ujar Kombes Ade Ary lebih lanjut.

Selain itu, rekaman CCTV juga menunjukkan penjaga kos sempat membawa sapu dan kembali memeriksa kamar korban di pagi hari sekitar pukul 05.20 WIB. Aksi tersebut menambah spekulasi masyarakat tentang keterlibatannya dalam peristiwa tragis ini.

Sementara itu, ahli forensik menyatakan bahwa penggunaan lakban secara masif pada bagian kepala korban mengindikasikan adanya upaya yang tidak biasa jika dikaitkan dengan dugaan bunuh diri.

“Dari sudut pandang forensik, pola semacam ini tidak umum terjadi dalam kasus bunuh diri. Kita perlu tunggu hasil lengkap autopsi untuk simpulkan penyebab kematian,” jelas seorang pakar forensik kriminal yang dikutip dari siaran KompasTV.

Kepolisian menyatakan telah memeriksa sejumlah saksi, termasuk rekan kerja dan kerabat dekat korban. Sementara itu, hasil autopsi dan investigasi forensik masih ditunggu sebagai penentu arah penyidikan.

“Semua kemungkinan masih terbuka. Yang jelas, kami serius mengungkap kebenaran kasus ini. Mohon publik bersabar,” pungkas Kombes Ade Ary. (Ah)