KUKAR– Desa Muara Wis di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menjadi wakil Kalimantan Timur pada Lomba Desa Berkinerja Baik Percepatan Penurunan Stunting tingkat nasional. Tim penilai dari Kementerian Desa dan Kementerian Kesehatan melakukan asesmen melalui tujuh desk regional, di mana Muara Wis masuk Desk 7 bersama perwakilan dari Sumut dan Kepri.
Kepala Desa Muara Wis, Kasmir, memaparkan program unggulan Kolaborasi Cegah dan Atasi Stunting (Si Cekatan) yang melibatkan pemerintah desa, posyandu, masyarakat, hingga pemerintah kabupaten. Hasilnya terlihat signifikan: dari 29 bayi stunting pada 2024, kini tersisa dua anak yang masih ditangani.
Dana Desa dimanfaatkan untuk mendukung berbagai program, antara lain rembuk stunting, rujukan balita, tambahan makanan posyandu, penyuluhan pola asuh, hingga pelatihan olah makanan. Anggaran untuk intervensi gizi tahun 2025 bahkan mencapai lebih dari Rp 100 juta.
Keberhasilan ini membuat Muara Wis dinilai layak menjadi contoh nasional. Selain berhasil menekan angka stunting, desa ini dianggap mampu mengelola anggaran secara transparan dan melibatkan berbagai pihak untuk hasil nyata.












