Samarinda — Rencana hak angket terhadap Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud kembali diguncang setelah Fraksi PAN disebut menarik dukungan. Jika PAN benar-benar mundur, jumlah anggota yang berpotensi absen saat paripurna bisa membuat syarat kehadiran tidak terpenuhi.
Sebelumnya, DPRD Kaltim disebut telah mengantongi dukungan dari 21 anggota dari enam fraksi untuk hak angket terkait sorotan anggaran fantastis di lingkungan Pemprov Kaltim. Namun, dengan 15 anggota Fraksi Golkar yang menolak dan tambahan 4 anggota PAN, total anggota yang berpotensi tidak hadir mencapai 19 orang.
Padahal, rapat paripurna mensyaratkan minimal 42 dari 55 anggota DPRD Kaltim hadir agar hak angket bisa berjalan. Kondisi ini membuat peluang hak angket itu kian berat untuk lolos.
“Politik tidak bermartabat dan bikin publik tak percaya!”
— Castro, pengamat politik
Dengan peta suara seperti itu, arah akhir hak angket kini bergantung pada konsolidasi fraksi-fraksi yang sebelumnya sudah menyatakan dukungan.



