Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Teknologi

Viral ‘Pocong’ Bawa Sajam di Siak Saat Mati Lampu, Ternyata Rekayasa AI Bikinan Siswa SMA

20
×

Viral ‘Pocong’ Bawa Sajam di Siak Saat Mati Lampu, Ternyata Rekayasa AI Bikinan Siswa SMA

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi hoax pocong AI karya siswa SMA di Siak, Riau — konten viral yang ternyata rekayasa kecerdasan buatan
Ilustrasi hoax pocong AI karya siswa SMA di Siak, Riau — konten viral yang ternyata rekayasa kecerdasan buatan

Sebuah video yang memperlihatkan sosok menyerupai pocong membawa senjata tajam berkeliaran di sebuah jalan saat mati lampu di Kabupaten Siak, Riau, viral di media sosial pada Kamis (28/5/2026). Setelah ditelusuri, video menghebohkan itu ternyata bukan kejadian nyata, melainkan hasil rekayasa kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) buatan sejumlah siswa SMA setempat.

Kronologi Video Pocong AI yang Menghebohkan Warga Siak

Video berdurasi singkat itu pertama kali beredar di grup-grup WhatsApp dan platform media sosial pada Rabu malam (27/5). Dalam rekaman tersebut, terlihat sesosok tubuh terbungkus kain putih khas pocong berjalan sambil membawa benda mencurigakan seperti senjata tajam di tengah kegelapan—bertepatan dengan kondisi mati lampu di wilayah tersebut.

Example 300x600

Kombinasi elemen horor lokal dan suasana mencekam saat pemadaman listrik membuat video ini cepat menyebar. Banyak warga yang percaya dan merasa resah, mengira kejadian tersebut benar-benar terjadi di lingkungan mereka.

Namun, kejanggalan mulai terlihat saat sejumlah warganet yang jeli memperhatikan detail visual dalam video—gerakan yang tidak natural dan pencahayaan yang mencurigakan. Ciri-ciri ini konsisten dengan konten yang dihasilkan oleh generator gambar dan video berbasis AI.

Polisi Turun Tangan, Siswa Pembuat Konten Diperiksa

Menanggapi keresahan warga, Kepolisian Resor Siak bergerak cepat melakukan penyelidikan. Hasilnya, video tersebut dipastikan bukan rekaman kejadian sesungguhnya. Polisi menemukan bahwa konten horor itu dibuat oleh sekelompok siswa SMA di Siak yang bereksperimen dengan aplikasi AI generatif.

Kapolres Siak membenarkan bahwa pihaknya telah memeriksa para pelajar yang terlibat. “Kami sudah memanggil dan memeriksa siswa-siswa yang membuat konten tersebut. Mereka mengaku iseng dan tidak bermaksud menimbulkan keresahan,” ujar Kapolres.

Para siswa mengaku menggunakan aplikasi AI generatif yang mampu menghasilkan gambar dan video realistis dari deskripsi teks (text-to-video). Mereka tidak menyangka konten iseng tersebut akan viral dan memicu kepanikan di masyarakat.

Bahaya Konten AI Tanpa Label, Polisi Imbau Masyarakat Lebih Kritis

Insiden ini menjadi pengingat akan semakin canggihnya teknologi AI generatif yang kini bisa diakses oleh siapa saja, termasuk pelajar. Tanpa pelabelan yang jelas, konten buatan AI sangat mudah disalahartikan sebagai kejadian nyata dan berpotensi memicu kepanikan atau disinformasi. Baca juga berita viral lainnya di Lamdak.

Polisi mengimbau masyarakat untuk lebih kritis dalam menyikapi konten viral di media sosial, terutama yang bersifat sensasional. “Jangan langsung percaya dan menyebarkan. Cek dulu kebenarannya. Kalau ragu, tanyakan ke pihak berwenang,” tegas Kapolres.

Saat ini, para siswa yang terlibat telah membuat klarifikasi dan permintaan maaf secara terbuka. Polisi memutuskan untuk tidak melanjutkan kasus ini ke jalur pidana, namun memberikan pembinaan dan edukasi tentang bahaya penyebaran konten yang dapat meresahkan masyarakat.

Baca juga: OpenAI Mulai Uji Iklan di ChatGPT, Sinyal Monetisasi AI Makin Dekat.