Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Berita

Presiden Prabowo: Negara Hormati Aspirasi, Tapi Tidak Boleh Ada Anarki

52
×

Presiden Prabowo: Negara Hormati Aspirasi, Tapi Tidak Boleh Ada Anarki

Sebarkan artikel ini
Presiden RI. (Foto: BPMI Setpres)

Jakarta – Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah dalam menghadapi dinamika aksi demonstrasi yang belakangan marak di sejumlah daerah. Dari Istana Merdeka, Jakarta, Minggu (31/8/2025), Presiden menyampaikan bahwa pemerintah menghormati hak rakyat untuk menyampaikan pendapat, namun menolak keras segala bentuk kekerasan dan perusakan.

Example 300x600

“Saya terus memantau situasi di Jakarta maupun kota-kota lain. Negara menghormati kebebasan berekspresi yang murni dari masyarakat. Itu adalah hak yang dijamin undang-undang,” ucap Presiden Prabowo.

Meski demikian, Kepala Negara menegaskan tidak boleh ada toleransi terhadap aksi anarki. Negara, katanya, berkewajiban menjaga keselamatan rakyat dan melindungi fasilitas umum.

“Jika penyampaian aspirasi berubah menjadi perusakan, penjarahan, atau bahkan mengarah pada makar dan terorisme, maka negara wajib bertindak. Aparat harus hadir untuk melindungi masyarakat dan menegakkan hukum,” tegasnya.

Presiden Prabowo juga menyinggung adanya tindakan aparat yang dinilai melampaui aturan saat mengawal aksi. Ia memastikan proses hukum terhadap petugas yang bersalah sedang berlangsung secara terbuka.

“Terhadap aparat yang melakukan pelanggaran, saya sudah minta kepolisian agar memprosesnya secara cepat, transparan, dan bisa diikuti publik,” jelasnya.

Menutup keterangannya, Presiden kembali menginstruksikan TNI dan Polri agar mengambil langkah tegas sesuai hukum. “Jangan biarkan fasilitas umum dirusak, jangan biarkan rakyat dirugikan. Semua tindakan yang melawan hukum harus ditindak dengan tegas,” kata Prabowo. (ek)