Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
BeritaUncategorized

Ribuan Massa Gelar Aksi Damai di Monas, Suarakan Lima Tuntutan dan Tolak Anarkisme

196
×

Ribuan Massa Gelar Aksi Damai di Monas, Suarakan Lima Tuntutan dan Tolak Anarkisme

Sebarkan artikel ini
Tokoh lintas agama menggelar aksi damai di Patung Kuda. (Foto: Fajri)

JAKARTA — Ribuan massa dari berbagai elemen masyarakat menggelar aksi damai di kawasan Patung Kuda dan Silang Selatan Monas, Jakarta Pusat, Senin (15/9/2025). Aksi ini menolak anarkisme.

Example 300x600

Ustad Soleh, orator aksi, menyebut kegiatan ini bagaikan oase di tengah padang pasir. Menurutnya, demonstrasi damai mampu memberikan hawa sejuk bagi bangsa pasca kerusuhan akhir Agustus.

“Aksi ini sungguh sangat menarik, bagaikan kuasa di tengah padang pasir. Memberikan hawa sejuk kepada masyarakat Indonesia, menolak anarkisme, provokasi, dan segala bentuk perpecahan bangsa,” ujar Soleh.

Koordinator aksi Gerakan Rakyat untuk Damai (Garuda), Rifai Salamohoda, menegaskan aksi ini membawa lima tuntutan utama. Tuntutan mencakup penolakan kekerasan, menjaga stabilitas sosial, ekonomi, dan membuka ruang dialog bersama pemerintah.

“Lima poin tuntutan kami, yang sudah disampaikan oleh tokoh lintas agama, intinya menolak kekerasan dan anarkisme. Kami meminta pemerintah menjaga stabilitas sosial dan ekonomi bangsa,” ucap Rifai.

Massa aksi berasal dari berbagai elemen, mulai mahasiswa, ormas Islam, hingga tokoh lintas agama Katolik, Hindu, Buddha, dan Kristen. Mereka bersama-sama menyuarakan pesan damai dan persatuan.

“Kami menolak propaganda dan kekerasan yang muncul dari kelompok yang ingin memecah belah bangsa. Aksi ini akan terus berlangsung hingga ada dialog resmi,” kata Rifai.

Ustad Soleh menekankan momentum aksi damai ini dimaksudkan untuk meredam ketegangan sosial. Menurutnya, masyarakat perlu kembali menjalankan aktivitas normal dan menjaga persatuan bangsa dari provokasi destruktif.

“Momennya untuk meredam ya, agar tidak terjadi kembali kerusuhan seperti akhir Agustus kemarin. Kita sebagai rakyat Indonesia kembali normal, kembali menjalankan perekonomian ini,” jelas Soleh.

Panitia aksi memperkirakan jumlah massa mencapai hampir dua ribu orang. Polisi menutup beberapa ruas jalan di sekitar Monas dan mengerahkan personel demi memastikan keamanan serta ketertiban tetap terjaga.

“Dari berbagai elemen masyarakat ikut hadir. Banyak sekali. Diperkirakan di atas seribu orang, bahkan bisa mencapai dua ribu yang datang,” terang Soleh kepada wartawan.

Ustad Soleh juga menegaskan pentingnya menjaga rumah besar bernama Indonesia. Demonstrasi boleh dilakukan, tetapi harus damai, tanpa kekerasan, perusakan, atau penjarahan yang dapat memperburuk citra bangsa.

“Harapan aksi ini, ayo sama-sama kita menjaga rumah besar kita Indonesia. Jangan kita rusak. Silakan demo, tapi jaga kondusivitas, jangan anarkis,” pungkasnya. (fs)