Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Kriminal

Tragedi Segah: Saat Rumah Tak Lagi Jadi Tempat Aman

56
×

Tragedi Segah: Saat Rumah Tak Lagi Jadi Tempat Aman

Sebarkan artikel ini
Pelaku. (Foto: Istimewa)

Berau – Rumah semestinya menjadi ruang paling aman bagi seorang istri dan anak-anaknya. Namun, di Kampung Punan Mahakam, Kecamatan Segah, Berau, tempat itu justru berubah menjadi lokasi berakhirnya nyawa seorang ibu hamil dan dua balita.

Example 300x600

Pada 10 Agustus 2025, J (34) menghabisi istri dan anak-anaknya sendiri. Sang istri, NO (33), tengah mengandung enam bulan. Dua anaknya, NJ (5) dan NS (4), ikut menjadi korban. Ketiganya sempat dilarikan ke RSUD Abdul Rivai, Tanjung Redeb, namun dokter memastikan mereka sudah meninggal saat tiba di rumah sakit.

Terungkap ternyata bukan akibat gangguan kejiwaan pembunuhan yang terjadi. Kepolisian Resor Berau menegaskan, J tidak mengalami gangguan jiwa. Pemeriksaan medis dan keterangan warga membantah klaim tersangka yang sempat menyebut animasi “One Piece” sebagai pemicu.

“Tidak ada masalah kejiwaan. Bukan karena One Piece,” kata Humas Polres Berau, AKP Ngatijan, kepada wartawan, Selasa (19/8/2025).

Motif sebenarnya terungkap lebih pekat: Kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang terus berulang. Dari penyelidikan, keluarga istri disebut sudah berkali-kali meminta NO untuk bercerai. Alasannya, mereka sering mendengar perlakuan kasar J terhadap NO. Namun, saran itu tidak pernah benar-benar diwujudkan. NO tetap bertahan.

Kasus ini bukan sekadar tragedi keluarga. Data Komnas Perempuan mencatat, laporan kekerasan terhadap perempuan pada 2024 mencapai 445 ribu kasus, naik hampir 10 persen dari tahun sebelumnya. Dari angka itu, lebih dari 330 ribu kasus terjadi di ranah personal, terutama dalam bentuk KDRT. (ek)