Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
BeritaKriminal

Viral: Bocah 12 Tahun di Sukabumi Meninggal Dunia, Diduga Dianiaya Ibu Tiri

24
×

Viral: Bocah 12 Tahun di Sukabumi Meninggal Dunia, Diduga Dianiaya Ibu Tiri

Sebarkan artikel ini
Foto: Istimewa

Sukabumi — Jagat media sosial dihebohkan dengan kabar tragis seorang anak laki-laki berusia 12 tahun yang meninggal dunia setelah diduga menjadi korban penganiayaan oleh ibu tirinya sendiri di Desa Bojongsari, Kecamatan Jampangkulon, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Peristiwa ini menjadi perbincangan luas pengguna Twitter, TikTok, dan Facebook sejak 20–21 Februari 2026 setelah video korban beredar di internet.

Example 300x600

Korban yang berinisial NS menjalani perawatan di RSUD Jampang Kulon dalam kondisi kritis dengan luka bakar di hampir seluruh tubuhnya, termasuk wajah, tangan, punggung, dan kaki. Luka-luka itu diduga akibat air panas yang disiramkan kepadanya oleh ibu tirinya. Dalam video yang viral, saat ditanya siapa yang membuatnya terluka, NS secara lemah menyebut sang ibu tiri.

Setelah menjalani beberapa jam perawatan, NS meninggal dunia pada Kamis sore, 19 Februari 2026, dan jenazahnya kemudian dibawa ke RS Bhayangkara Setukpa Polri Sukabumi untuk diautopsi. Sebagian laporan polisi menyebut ditemukan pembengkakan pada jantung dan paru-paru korban, meskipun penyebab pasti kematian masih menunggu hasil pemeriksaan lanjutan.

Ayah korban, Anwar Satibi (38), yang bekerja di luar kota saat kejadian, mengatakan ia sangat terpukul ketika melihat kondisi anaknya yang sudah melepuh saat dipulangkan ke rumah. Ia mengungkap bahwa dugaan penganiayaan terhadap anaknya bukan kali pertama terjadi: sekitar setahun lalu NS juga sempat mengalami kekerasan dan kasusnya sempat dilaporkan ke polisi, meskipun akhirnya dimediasi secara kekeluargaan.

Dalam sebuah momen yang dibagikan di media sosial, ayahnya bahkan sempat emosional ketika ibu tiri korban mencoba menyentuh tubuh NS di rumah sakit, hingga terjadi sedikit benturan antara ayah dan ibu tiri.

Video yang beredar memperlihatkan detik-detik saat NS terbaring lemah sambil menyebut “Mamah” memicu keprihatinan dan kemarahan warganet. Banyak pengguna media sosial mengutuk tindakan kekerasan terhadap anak dan mendesak aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas kasus tersebut serta memberikan hukuman tegas bagi pelaku, agar ada efek jera.

Selain itu, netizen juga menyoroti kondisi keluarga korban dan harapan mereka akan keadilan, termasuk orang-orang yang membagikan ulang foto dan cerita tentang NS yang selama ini tinggal di pondok pesantren dan bercita-cita ingin menjadi seorang kiai sebelum tragedi itu terjadi.

Sementara itu, pihak Polres Sukabumi hingga kini masih menyelidiki kasus ini, termasuk menunggu hasil lengkap autopsi dari pihak forensik untuk memastikan penyebab kematian NS dan menentukan langkah hukum terhadap ibu tirinya. (ek)