Menteri ESDM Bahlil Lahadalia ikut merespons sorotan publik terhadap Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud yang kembali ramai dibahas karena isu dana laundry. Dalam potongan video yang beredar pada Rabu, 21 Mei 2026, Bahlil memilih membela sang gubernur dan menilai pejabat publik memang tidak harus selalu menjadi bahan viral untuk dianggap bekerja.
Bahlil: pejabat tak harus viral
Di tengah perbincangan yang melebar di media sosial, Bahlil melontarkan kalimat yang kemudian banyak dikutip: “Pejabat gak viral itu gak top.” Pernyataan itu dibaca sebagai pembelaan terhadap Rudy Mas’ud sekaligus sindiran bahwa sorotan publik kerap lebih besar dari substansi kebijakan yang sedang dibahas.
Isu dana laundry jadi bahan perdebatan
Isu dana laundry yang menyeret nama Gubernur Kaltim memicu respons berlapis, dari komentar politik hingga perdebatan soal etika pejabat daerah. Sejumlah pihak menilai kasus seperti ini cepat membesar karena publik menuntut transparansi lebih tinggi, terutama ketika nama besar pejabat ikut terseret dalam percakapan daring.
Efek politiknya di Kaltim
Bagi panggung politik lokal, dukungan terbuka dari figur nasional seperti Bahlil bisa menjadi penyangga narasi di tengah tekanan opini publik. Namun, sorotan terhadap Rudy Mas’ud juga menunjukkan bahwa isu-isu administratif di daerah kini mudah berubah menjadi konsumsi politik nasional, apalagi jika menyangkut simbol kepemimpinan daerah.
Untuk perkembangan lain dari wilayah ini, pembaca bisa mengikuti kanal Kaltim Lamdak. Sebagai konteks kelembagaan, laman resmi Pemerintah Provinsi Kaltim tersedia di kaltimprov.go.id.








