Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
KaltimKriminal

BNN Buru Fathur Rahman, Kasus Sabu 92 Kilogram di Kaltim Masih Dikejar

26
×

BNN Buru Fathur Rahman, Kasus Sabu 92 Kilogram di Kaltim Masih Dikejar

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi investigasi BNN atas kasus sabu 92 kilogram di Kaltim
Ilustrasi investigasi BNN atas kasus sabu 92 kilogram di Kaltim

Kasus sabu 92 kilogram di Kalimantan Timur belum berhenti pada penyitaan barang bukti. Pada Selasa, 19 Mei 2026, BNN disebut masih memburu Fathur Rahman untuk mengembangkan perkara dan menelusuri jaringan yang diduga berada di balik peredaran barang haram itu di Samarinda dan wilayah sekitarnya.

Laporan MetroTVNews.com pada pagi ini menyebut BNN masih menempatkan Fathur Rahman sebagai target pengembangan kasus. Sementara itu, Pranala.co menyoroti fakta baru yang membuat perkara ini kembali menjadi perhatian publik Kaltim.

Example 300x600

BNN menelusuri jaringan, bukan hanya barang bukti

Dengan total sabu mencapai 92 kilogram, pengusutan kasus ini jelas tidak cukup berhenti pada penyitaan. BNN perlu menelusuri alur distribusi, pihak yang menyalurkan, hingga simpul-simpul yang kemungkinan terhubung dengan pengedar di lapangan. Di titik inilah nama Fathur Rahman disebut masuk dalam daftar pengembangan penyidikan.

Langkah tersebut juga menunjukkan bahwa penindakan narkoba di Kaltim semakin diarahkan ke sisi hulu. Jika hanya menyita barang bukti tanpa memutus rantai peredaran, jaringan serupa bisa muncul lagi dengan pola yang sama.

Samarinda kembali jadi sorotan penegakan narkoba

Samarinda memang berulang kali muncul dalam kasus narkotika berskala besar. Lamdak sebelumnya juga melaporkan penguatan operasi di kota ini lewat artikel penggerebekan kampung narkoba di Samarinda, yang menggambarkan tekanan aparat terhadap simpul-simpul peredaran di tingkat lokal.

Karena itu, kasus sabu 92 kilogram ini penting bukan hanya dari sisi jumlah barang bukti, tetapi juga dari peta besar peredaran narkoba di Kaltim. Warga menunggu apakah pengembangan yang dilakukan BNN bisa mengarah pada aktor utama di belakang distribusi tersebut.

Hingga perkembangan terakhir yang beredar pada 19 Mei 2026, pengusutan masih berjalan dan publik menanti keterangan resmi berikutnya dari aparat.