Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Uncategorized

Modus QRIS Palsu, Pasangan Asal Balikpapan Tipu Puluhan Toko Kelontong di PPU

9
×

Modus QRIS Palsu, Pasangan Asal Balikpapan Tipu Puluhan Toko Kelontong di PPU

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi penipuan QRIS palsu — smartphone menampilkan peringatan transaksi digital di depan toko kelontong di PPU

PENAJAM – Kepolisian Resor Penajam Paser Utara (PPU) membongkar praktik penipuan menggunakan QRIS palsu yang dilakukan sepasang kekasih asal Balikpapan. Modus anyar ini dipakai pelaku untuk mengelabui puluhan penjaga toko kelontong dengan bukti transfer digital hasil editan.

Kanit Pidum Polres PPU Aiptu Sugiharto mengungkapkan, aksi tersebut sudah berlangsung sejak Februari 2026. Dari hasil pemeriksaan sementara, pelaku diduga meraup keuntungan hingga Rp30 juta dari puluhan toko yang menjadi korban.

Example 300x600

“Pelaku melakukan scan QRIS, lalu nominal pembayaran diedit melalui aplikasi di handphone hingga terlihat seperti transaksi berhasil,” kata Sugiharto, Kamis (29/5/2026).

Peran Terpisah, Sasaran Toko yang Dijaga Karyawan

Dalam kasus ini, pelaku laki-laki berinisial MS bertugas memanipulasi tampilan transaksi QRIS menggunakan aplikasi edit di ponsel. Sementara pelaku perempuan berinisial AN berperan sebagai pembeli yang mendatangi toko-toko sasaran.

Menurut Sugiharto, AN biasanya mengambil rokok dan sejumlah kebutuhan pokok lain dengan nilai belanja mencapai Rp500 ribu hingga lebih dari Rp1 juta per toko. Setelah berbelanja, AN menunjukkan bukti pembayaran palsu kepada karyawan toko dan mengaku uang sudah masuk ke rekening pemilik usaha.

“Pelaku memperlihatkan bukti transfer yang sudah diedit. Karena tampak seperti berhasil, karyawan toko percaya pembayaran sudah masuk,” ujarnya.

Tak hanya itu, pelaku juga kerap berdalih akan kembali mengambil sisa uang kembalian agar transaksi terlihat semakin meyakinkan. Cara ini membuat korban tidak langsung curiga.

Lima Lokasi Jadi Sasaran, Kerugian Capai Puluhan Juta

Polisi menyebut sedikitnya ada lima lokasi di wilayah PPU yang menjadi sasaran aksi penipuan ini. Mayoritas target merupakan toko sembako yang dijaga karyawan, bukan pemilik langsung. Sugiharto menjelaskan pelaku sengaja memilih toko yang tidak langsung diawasi pemilik usaha.

“Karena uang masuknya ke rekening pemilik toko, jadi karyawan sering tidak langsung mengecek transaksi tersebut. Ini yang dimanfaatkan pelaku,” katanya.

Beberapa korban yang telah melapor di antaranya Toko Ika dan sejumlah warung lain di wilayah Penajam. Polisi juga mengamankan barang bukti berupa rokok hasil penipuan yang belum sempat dijual kembali oleh pelaku.

Dari lima laporan yang diterima, total kerugian sementara diperkirakan mencapai Rp5 juta. Namun dari pengakuan pelaku, hasil penipuan yang mereka peroleh sejak Februari mencapai sekitar Rp30 juta.

“Setelah berhasil, mereka langsung pindah ke toko lain dan melakukan modus yang sama. Jadi ini aksi berantai yang sudah berlangsung berbulan-bulan,” jelas Sugiharto.

Polres PPU kini tengah mendalami kemungkinan adanya korban lain yang belum melapor. Masyarakat diimbau untuk selalu mengecek langsung notifikasi transaksi QRIS ke rekening pemilik toko sebelum menyerahkan barang, terutama saat bertransaksi dalam jumlah besar.

Gambar ilustrasi, bukan foto kejadian sebenarnya.

Baca juga: Kejari PPU Sita Rp2,1 Miliar dan Aset dalam Kasus Korupsi BUMDes Bumi Harapan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *