Penajam Paser Utara — Untuk pertama kalinya sejak pembangunan Ibu Kota Nusantara dimulai, gema takbir Iduladha berkumandang di Masjid Negara IKN. Di tengah kawasan yang masih dipenuhi aktivitas konstruksi, ribuan warga, pekerja, dan pejabat pemerintah berkumpul melaksanakan Salat Iduladha 1447 Hijriah pada Rabu (27/5/2026).
Momentum itu bukan sekadar ibadah tahunan. Iduladha perdana di IKN menjadi penanda bahwa Nusantara mulai membentuk denyut kehidupan sosial dan keagamaan sebagai calon pusat pemerintahan baru Indonesia.
Hewan Kurban dari Presiden dan Wapres
Usai salat, suasana berlanjut dengan penyembelihan hewan kurban dan distribusi ribuan paket daging kepada masyarakat sekitar serta para pekerja pembangunan di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP).
Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, mengatakan seluruh pelaksanaan kurban tahun ini diupayakan menjadi bagian dari semangat kebersamaan warga di kawasan IKN.
“Hari ini kita melaksanakan Salat Iduladha di Masjid Negara IKN dan dilanjutkan dengan penyembelihan hewan kurban. Mudah-mudahan ini menjadi ibadah bagi kita semua. Semua kurban ini dari warga untuk warga,” ujar Basuki.
Tahun ini, panitia kurban IKN menerima total 29 ekor sapi dan 9 ekor kambing dari para shohibul kurban. Dua ekor sapi merupakan bantuan Presiden RI Prabowo Subianto, sementara satu ekor sapi berasal dari Wakil Presiden RI.
Sebanyak 13 ekor sapi didistribusikan ke sejumlah kecamatan di wilayah delineasi IKN untuk membantu masyarakat sekitar kawasan pembangunan ibu kota baru.
4.895 Paket Daging untuk 9 Desa
Panitia memperkirakan sebanyak 4.895 paket daging kurban dibagikan kepada masyarakat di sembilan desa dan kelurahan sekitar IKN. Selain itu, 1.090 paket lainnya disalurkan kepada para pekerja KIPP, mulai dari petugas kebersihan, keamanan, pekerja konstruksi, hingga tenaga non-konstruksi.
Distribusi juga menyasar pekerja pendukung di sejumlah fasilitas strategis seperti Masjid Negara IKN, Basilika Nusantara, Balai Kota Nusantara, RSUP Nusantara, dan kawasan perkantoran Bank Indonesia.
Khutbah Iduladha disampaikan Ketua Forum Ulama Umat Indonesia, Ust. KH. Athian Ali M. Da’i, Lc., M.A., yang mengingatkan bahwa keimanan diuji melalui pengorbanan dan ketulusan manusia kepada Allah SWT.
Di tengah pembangunan megaproyek nasional, pesan tentang pengorbanan itu terasa simbolis. Nusantara bukan hanya dibangun dengan beton dan baja, tetapi juga lewat upaya membentuk kehidupan sosial baru di tengah kawasan yang sebelumnya didominasi hutan dan proyek konstruksi.
Berkah bagi Peternak Lokal
Pelaksanaan kurban tahun ini turut memberi dampak ekonomi bagi peternak lokal. Salah satunya Rosibul Aklil, peternak asal Samboja, Kutai Kartanegara, yang mengaku mendapat manfaat dari pembelian ternak oleh Otorita IKN.
“Alhamdulillah ternak kami dibeli oleh Otorita IKN sekitar tiga sampai empat ekor. Ini sangat membantu kami. Terima kasih karena telah memfasilitasi penggemukan ternak kami di Samboja,” ujarnya.
Iduladha perdana di Masjid Negara IKN akhirnya menjadi lebih dari sekadar seremoni keagamaan. Di tengah pembangunan ibu kota baru, perayaan itu menghadirkan pesan sederhana: bahwa sebuah kota tidak hanya hidup karena gedung pemerintahan berdiri, tetapi juga karena mulai tumbuh kebersamaan di dalamnya.
Baca juga: Investor China Kucurkan Rp5,2 Triliun di IKN, Bangun Apartemen hingga Kawasan Komersial








