Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
IKNKaltim

1.153 Pohon Ditanam di IKN, Basuki Sebut Menanam Sudah Jadi Gaya Hidup

19
×

1.153 Pohon Ditanam di IKN, Basuki Sebut Menanam Sudah Jadi Gaya Hidup

Sebarkan artikel ini
Warga dan mitra pembangunan menanam pohon di KIPP IKN pada peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia, 5 Juni 2026.
Kegiatan penanaman 1.153 pohon di kawasan KIPP IKN pada Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026.

LAMDAK.CO, NUSANTARA — Budaya menanam pohon di IKN kembali ditegaskan dalam peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026. Sebanyak 1.153 pohon dari berbagai jenis ditanam di Ruang Terbuka Hijau Embung H, Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Ibu Kota Nusantara pada Jumat, 5 Juni 2026.

Kegiatan itu melibatkan Otorita IKN bersama Perbanas, Artha Graha, Bank Indonesia, Electronic City, Nusantara Park, serta insan Otorita IKN. Penanaman dilakukan sebagai bagian dari penguatan ruang hijau sekaligus penegasan bahwa pembangunan Nusantara tidak hanya bertumpu pada proyek fisik, tetapi juga pembentukan budaya baru yang dekat dengan lingkungan.

Example 300x600

1.153 pohon ditanam di KIPP IKN

Dari keterangan resmi Otorita IKN, jenis pohon yang ditanam mencakup balangeran, meranti, kapur, kapuk, ketapang laut, trembesi, tanaman buah, hingga kemiri. Deretan pohon itu diposisikan sebagai bagian dari upaya memperkuat ekosistem dan memperluas area hijau di kawasan inti pemerintahan.

Peringatan tahun ini mengusung tema Aksi Iklim, yang menekankan respons nyata terhadap ancaman kekeringan, kebakaran hutan, gelombang panas, dan terganggunya keseimbangan ekosistem. Di IKN, tema itu diterjemahkan ke dalam aksi lapangan yang melibatkan aparatur, mitra swasta, dan masyarakat yang datang ke Nusantara.

Basuki: menanam sudah jadi lifestyle

Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono mengatakan kegiatan menanam kini bukan lagi agenda insidental. Menurut dia, kebiasaan itu telah menjadi bagian dari rutinitas yang dijaga di kawasan Nusantara.

“Ini lifestyle kami. Setiap dua minggu sekali kami menanam. Saat ini sudah lebih dari 16 hektare area yang kami tanami sejak tahun 2024. Kita teruskan budaya kita untuk menanam ini,” ujar Basuki.

Pernyataan itu memberi penekanan bahwa kota baru yang sedang dibangun di Penajam Paser Utara tersebut ingin tumbuh dengan identitas kota hutan, bukan sekadar pusat pemerintahan baru. Dalam konteks itu, penanaman pohon diposisikan sebagai kebiasaan kolektif yang harus terus dirawat, bukan seremoni tahunan semata.

Dari seremoni lingkungan menuju budaya kota hutan

Otorita IKN menilai setiap pohon yang ditanam merupakan simbol partisipasi bersama dalam membangun kota yang selaras dengan alam. Dengan pelibatan komunitas, korporasi, dan publik, aksi iklim diharapkan menjadi bagian dari keseharian warga dan pekerja di Nusantara.

Bagi pembaca Kaltim, agenda ini juga penting dibaca beriringan dengan upaya IKN menjaga narasi ekologisnya, termasuk ketika kemunculan kembali satwa liar di kawasan IKN mulai disebut sebagai tanda ekosistem kota hutan perlahan terbentuk. Rincian resmi kegiatan penanaman 1.153 pohon itu dipublikasikan melalui laman Otorita IKN.