Balikpapan – Berdasarkan laporan yang dimuat VOI.id, belanja negara di Kalimantan Timur hingga Mei 2026 telah mencapai Rp15,02 triliun. Porsi terbesar anggaran tersebut masih mengalir ke proyek infrastruktur yang menopang pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN), terutama jalan tol dan konektivitas kawasan penyangga.
Serapan anggaran ini menegaskan bahwa Kaltim tetap menjadi salah satu wilayah prioritas dalam strategi pembangunan nasional. Di luar gedung pemerintahan dan hunian aparatur, pemerintah masih membutuhkan jaringan transportasi yang kuat agar mobilitas barang, pekerja, dan material konstruksi di kawasan IKN berjalan lebih lancar.
Tol dan Konektivitas Jadi Fokus
Proyek jalan tol dinilai memberi efek ganda bagi ekonomi daerah. Selain memperpendek waktu tempuh menuju kawasan inti IKN, pembangunan infrastruktur juga membuka peluang bagi kontraktor lokal, tenaga kerja, dan rantai pasok material bangunan di sekitar Samarinda, Balikpapan, Penajam Paser Utara, dan daerah penyangga lain.
Dengan besarnya aliran APBN ke Kaltim, perhatian publik kini tertuju pada efektivitas belanja negara tersebut: apakah benar-benar mempercepat konektivitas, mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, dan memastikan pembangunan IKN tidak hanya menjadi proyek fisik, tetapi juga memberi manfaat nyata bagi masyarakat luas.








