Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
EkonomiKaltim

Kaltim Pacu Sawah Baru untuk Swasembada Beras dan Pasok IKN

17
×

Kaltim Pacu Sawah Baru untuk Swasembada Beras dan Pasok IKN

Sebarkan artikel ini
Petani memeriksa tanaman padi di sawah Kalimantan Timur untuk mendukung swasembada beras dan pasok IKN

SAMARINDA — Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur kembali menaruh perhatian besar pada ketahanan pangan. Melalui Dinas Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura, Pemprov Kaltim terus mengoptimalkan cetak sawah baru dan intensifikasi lahan untuk mendukung ketersediaan pangan daerah sekaligus menopang kebutuhan Ibu Kota Nusantara (IKN).

Pada Senin, 11 Agustus 2026, dorongan itu mengarah pada satu pesan yang sama: Kaltim tidak boleh hanya jadi wilayah penyangga, tetapi juga harus punya fondasi produksi pangan yang kuat dan berkelanjutan. Dalam laporan Swarakaltim, pemerintah daerah menegaskan bahwa produktivitas lahan menjadi kunci utama untuk menekan ketergantungan pasokan dari luar daerah.

Example 300x600

“Lahan pertanian produktif menjadi modal utama kita untuk menjamin ketersediaan pangan masyarakat Kaltim secara mandiri,” kata perwakilan Pemprov Kaltim dalam laporan itu. Pesan tersebut menegaskan bahwa swasembada beras bukan sekadar target angka, melainkan kebutuhan praktis agar harga dan suplai tetap lebih stabil di tengah pertumbuhan kawasan.

Sawah baru, intensifikasi lahan, dan kebutuhan pasar IKN

Langkah memperluas sawah baru dinilai sejalan dengan kebutuhan jangka panjang di Kalimantan Timur. Pembangunan kawasan IKN membuat permintaan pangan berkualitas akan terus meningkat, sementara ruang produksi harus ditata agar tidak kalah cepat oleh pertumbuhan permukiman, infrastruktur, dan aktivitas ekonomi baru.

Di titik ini, intensifikasi lahan menjadi sama pentingnya dengan pembukaan lahan baru. Pemerintah daerah perlu memastikan lahan yang sudah ada tetap produktif, irigasi berjalan, dan petani mendapat dukungan teknis supaya panen bisa naik tanpa menambah beban lahan secara berlebihan.

Kenapa ini penting untuk warga

Bagi warga Kaltim, isu pangan sering kali terasa jauh sampai harga beras naik atau pasokan terganggu. Karena itu, penguatan produksi lokal punya dampak langsung: stabilitas harga, rantai pasok yang lebih pendek, dan cadangan pangan yang lebih aman saat cuaca atau distribusi tidak menentu.

Lamdak juga mencatat bahwa penguatan pangan daerah akan lebih berdampak jika diikuti kerja lintas sektor, mulai dari pertanian, logistik, hingga tata ruang. Salah satu konteks yang patut dicermati adalah dorongan ekonomi di sekitar IKN, termasuk upaya menjaga agar pertumbuhan kawasan baru tidak mematikan lahan produksi yang masih tersisa.

Baca juga: Otorita IKN Gandeng PNM Perkuat UMKM di Nusantara