Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
IKN

OIKN Percepat Hunian dan Investasi IKN, 8 Tower Rusun Mulai Dibangun

19
×

OIKN Percepat Hunian dan Investasi IKN, 8 Tower Rusun Mulai Dibangun

Sebarkan artikel ini
Dokumentasi kerja sama hunian dan investasi IKN.

PENAJAM PASER UTARA — Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) menggandeng badan usaha milik negara (BUMN) dan swasta untuk mempercepat pembangunan hunian serta fasilitas pendukung di IKN. Kerja sama itu diteken di Kota Nusantara, Kalimantan Timur, Rabu, 14 Oktober 2026.

Agenda tersebut mencakup skema kerja sama pemerintah dengan badan usaha (KPBU) sektor perumahan dan sejumlah investasi murni. OIKN menyebut proyek-proyek itu diarahkan untuk memperkuat kesiapan kawasan pemerintahan sekaligus mendorong aktivitas ekonomi di Nusantara.

Example 300x600

Delapan tower rusun dibangun di KIPP

Salah satu proyek utama ialah pembangunan delapan tower rumah susun (rusun) di Wilayah Perencanaan 1A Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP). Proyek prakarsa badan usaha tersebut dikerjakan PT Nindya Karya (Persero).

Rusun itu berdiri di atas lahan 68.390 meter persegi dengan total luas bangunan 82.666 meter persegi. Fasilitas tersebut menyediakan 288 unit berukuran sekitar 190 meter persegi per unit dan diperuntukkan bagi pejabat eselon III. Konstruksinya dijadwalkan berlangsung selama 15 bulan.

“Penandatanganan kerja sama ini merupakan wujud komitmen berkelanjutan dalam mengakselerasi pembangunan infrastruktur hunian serta fasilitas pendukung di kawasan Ibu Kota Nusantara,” kata Kepala OIKN Basuki Hadimuljono.

Investasi IKN mencakup sektor pangan dan komersial

Deputi Bidang Pendanaan dan Investasi OIKN Sudiro Roi Santoso mengatakan total kerja sama tersebut mencakup alokasi lahan 28,82 hektare. Nilai itu belum termasuk proyek KPBU 109 rumah tapak senilai Rp2,8 triliun yang telah ditandatangani pada 6 Oktober 2026.

Investasi lainnya datang dari PT Berdikari (Persero) melalui proyek Hilirisasi Ayam Terintegrasi di lahan 17,27 hektare dengan estimasi nilai Rp177 miliar. Sementara itu, PT Java Teak Indo akan membangun showroom mebel khas Jepara di KIPP 1A.

Di KIPP 1B, PT Indonesia Belt Road High Tech Development Park menyiapkan Grand Vista Nusantara yang mencakup area komersial, apartemen, dan perkantoran dengan nilai investasi Rp1 triliun. Ada pula rencana restoran Arab serta pembangunan sarana olahraga dan komersial Teras Padu.

Hunian untuk mendukung aktivitas aparatur

Direktur Utama PT Nindya Karya (Persero) Firmansyah menyebut hunian vertikal dibutuhkan untuk mendukung kesiapan tempat tinggal dan aktivitas aparatur negara di ibu kota baru. Pengelolaan rusun akan dilakukan anak perusahaan, PT Nindya Estate Management.

Rangkaian proyek tersebut menempatkan investasi IKN tidak hanya pada pembangunan gedung pemerintahan, tetapi juga pada penyediaan tempat tinggal, pangan, ruang komersial, dan fasilitas olahraga. Perkembangan kerja sama ini menjadi bagian dari upaya OIKN membentuk ekosistem perkotaan di Nusantara.

Baca laporan sumber terkait kerja sama OIKN untuk konteks angka proyek dan keterangan para pihak.

Berita IKN lainnya di Lamdak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *