Lamdak.co, Samarinda — Antrean BBM di sejumlah SPBU Kalimantan Timur kembali menjadi sorotan setelah warga di Samarinda dan Balikpapan masih harus menunggu lama untuk mengisi bahan bakar. Pemerintah Provinsi Kaltim menyebut persoalan utama bukan pada ketersediaan stok, melainkan pada layanan dan distribusi di tingkat SPBU.
Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud mengatakan, pasokan BBM untuk wilayah Kaltim masih dalam posisi mencukupi. Ia menyebut kuota BBM bersubsidi bahkan telah melampaui target pemerintah.
“Stok sebenarnya cukup. Yang menjadi masalah adalah persoalan di SPBU-SPBU,” kata Rudy di Samarinda, Senin (21/9/2026).
Antrean BBM di Kaltim Dipicu Jam Layanan dan Sebaran SPBU
Rudy menilai jam operasional sebagian SPBU masih perlu diperbaiki. Menurut dia, pelayanan yang tidak berlangsung penuh dapat membuat warga datang pada rentang waktu yang sama dan memicu penumpukan kendaraan.
“Seharusnya SPBU bisa beroperasi selama 24 jam,” ujarnya.
Selain jam layanan, sebaran SPBU juga menjadi catatan. Balikpapan, yang dikenal sebagai salah satu pusat aktivitas migas, masih menghadapi keterbatasan jumlah SPBU di beberapa kawasan. Kondisi ini membuat arus kendaraan terkonsentrasi pada titik pengisian tertentu.
Rudy menyebut minat investasi untuk membuka SPBU belum merata. Margin usaha yang tipis dan keterbatasan lahan disebut menjadi salah satu alasan pengusaha tidak selalu tertarik membuka layanan baru, terutama di wilayah padat seperti Balikpapan.
Pemprov Kaltim Diminta Pastikan Distribusi Lebih Lancar
Isu antrean BBM di Kaltim menjadi perhatian publik karena menyangkut mobilitas harian warga, angkutan logistik, hingga aktivitas ekonomi lokal. Informasi layanan dan penyaluran BBM juga berkaitan dengan tata kelola hilir migas yang melibatkan operator SPBU dan badan usaha penyalur seperti Pertamina Patra Niaga.
Dengan kondisi tersebut, pemerintah daerah perlu memastikan koordinasi antara operator SPBU, badan usaha penyalur, dan pemangku kepentingan daerah berjalan lebih efektif. Pembenahan jam layanan, pemetaan titik antrean, serta evaluasi kebutuhan SPBU baru menjadi pekerjaan yang mendesak agar antrean tidak terus berulang.
Berita Kaltim lainnya dapat dibaca melalui kanal Kaltim Lamdak.








