LAMDAK.CO, SAMARINDA — Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur mendukung rencana integrasi pengoperasian tiga terminal bus di Samarinda. Kebijakan ini diarahkan untuk memperbaiki pengelolaan terminal sekaligus meningkatkan kualitas layanan transportasi umum bagi warga.
Dukungan tersebut disampaikan Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud saat meninjau sejumlah fasilitas transportasi di Samarinda pada Selasa, 3 November 2026. Tiga terminal yang masuk dalam rencana integrasi ialah Terminal Tipe B Sungai Kunjang, Terminal Tipe B Lempake, dan Terminal Tipe A Samarinda Seberang.
Integrasi terminal bus Samarinda dibahas bersama
Rudy mengatakan pemerintah provinsi akan membahas rencana tersebut bersama perangkat daerah dan instansi terkait. Menurut dia, integrasi diperlukan agar pelayanan transportasi lebih terarah dan mobilitas masyarakat berjalan lebih lancar.
“Kami setuju dengan visi Kepala BPTD Kaltim terkait rencana penggabungan terminal. Nanti akan kami diskusikan dengan instansi terkait di lingkungan Pemprov Kaltim,” kata Rudy.
Kepala Balai Pengelola Transportasi Darat Kelas II Kaltim Renhard Ronald menjelaskan, rencana integrasi disusun setelah jumlah penumpang di masing-masing terminal menunjukkan tren penurunan. Pengoperasian yang terintegrasi diharapkan dapat membagi fungsi terminal sesuai kebutuhan layanan dan rute.
Pembagian fungsi tiga terminal
Dalam skema yang sedang dikaji, Terminal Samarinda Seberang akan dioptimalkan karena dinilai memiliki kondisi fisik bangunan yang lebih mendukung. Terminal Sungai Kunjang diproyeksikan menjadi lokasi pengendapan atau penempatan armada bus.
Sementara itu, Terminal Lempake akan diarahkan sebagai simpul transit dan pelayanan rute khusus jalur utara. Pembagian tersebut masih menjadi bagian dari pembahasan teknis sebelum kebijakan diterapkan.
Renhard menyebut pihaknya telah melakukan survei kepada perusahaan otobus dan masyarakat. Hasilnya, responden pada prinsipnya menyetujui penggabungan sistem pengoperasian terminal, termasuk rencana revitalisasi Terminal Samarinda Seberang.
Pembenahan fasilitas jadi perhatian
Selain membahas integrasi, peninjauan lapangan juga mencakup kondisi ruang penumpang, area keberangkatan dan kedatangan bus, serta sarana pendukung operasional. Pemerintah daerah akan menggunakan hasil evaluasi itu untuk menentukan kebutuhan pembenahan infrastruktur transportasi.
Menurut Rudy, terminal yang representatif, bersih, nyaman, dan tertata penting untuk mendorong masyarakat kembali menggunakan angkutan umum. Karena itu, integrasi pengelolaan perlu berjalan beriringan dengan perbaikan fasilitas dan kepastian pelayanan.
Rencana integrasi terminal bus Samarinda kini menunggu pembahasan lintas instansi. Jika diterapkan, kebijakan tersebut diharapkan membuat jaringan layanan antarkawasan lebih efisien dan memberi pilihan transportasi publik yang lebih nyaman bagi masyarakat.
Baca juga: Dua Pembobol ATM di Samarinda Ditangkap, Polisi Ungkap Modusnya








