Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Teknologi

IKN Gandeng Korea Selatan Kembangkan Teknologi Kota Cerdas

4
×

IKN Gandeng Korea Selatan Kembangkan Teknologi Kota Cerdas

Sebarkan artikel ini
Otorita IKN dan Korea Selatan membahas teknologi kota cerdas dalam Nusantara Smart City Forum 2026
Otorita IKN dan Korea Selatan membahas teknologi kota cerdas dalam Nusantara Smart City Forum 2026

NUSANTARA — Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) bersama Pemerintah Korea Selatan memperkuat kerja sama pengembangan teknologi kota cerdas IKN melalui Nusantara Smart City Forum (NSCF) 2026 di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Nusantara, Selasa, 3 November 2026.

Forum edisi kedua bertema GREEN itu mempertemukan lebih dari 150 peserta, mulai dari pemerintah, akademisi, peneliti, hingga praktisi teknologi. Pembahasan diarahkan pada penerapan inovasi digital, pembangunan hijau, dan pemanfaatan pengetahuan lokal untuk membentuk ekosistem perkotaan yang berkelanjutan.

Example 300x600

SCCC jadi pusat kolaborasi teknologi kota cerdas IKN

Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono mengapresiasi dukungan Korea Selatan melalui pembangunan Smart City Cooperation Center (SCCC) di Nusantara. Fasilitas itu disiapkan sebagai ruang penerapan hasil riset dan penguatan kapasitas perguruan tinggi di Kalimantan Timur.

“Kalau apa yang Bapak tulis di sini bisa diimplementasikan, itu jauh lebih baik daripada hanya tinggal di paper. Jadi, saya mohon betul, ajak mahasiswanya agar tidak hanya gedung-gedung fisik di IKN ini yang berdiri, tetapi juga ilmu pengetahuan, khususnya dengan smart city technology,” ujar Basuki.

Kolaborasi tersebut melibatkan Kementerian Pertanahan, Infrastruktur, dan Transportasi Korea Selatan, University of Seoul, CJ OliveNetworks, serta Korea Institute of Civil Engineering and Building Technology. Kerja sama tidak hanya mencakup pembangunan fasilitas, tetapi juga pertukaran teknologi dan pengetahuan.

Teknologi dan riset diarahkan untuk kebutuhan kawasan

Manajer Proyek SCCC dari CJ OliveNetworks, Kido Oh, mengatakan keberlanjutan pertukaran keahlian menjadi bagian penting dari kerja sama Indonesia-Korea Selatan.

“Proyek ini bukan hanya tentang membangun Smart City Cooperation Center, tetapi juga tentang kerja sama teknologi dan berbagi pengetahuan antara kedua negara,” kata Kido.

Dalam forum itu, akademisi dari Politeknik Negeri Samarinda, Institut Teknologi Kalimantan, Universitas Mulawarman, dan Universitas Balikpapan membahas energi terbarukan, pertanian perkotaan, pengelolaan lingkungan, serta teknologi pengelolaan kota.

IKN dan daerah penyangga perlu terhubung

Akademisi menekankan bahwa IKN sebagai kota hijau dan cerdas tidak dapat dikembangkan secara terpisah dari wilayah penyangga. Keterkaitan ekologis dan ekonomi dengan Balikpapan, Samarinda, Penajam Paser Utara, dan Kutai Kartanegara menjadi bagian dari pembahasan.

SCCC juga dikaji sebagai living lab untuk menguji teknologi gedung cerdas dan gedung hijau. Pengembangan indikator kinerja diharapkan membantu mengukur dampak teknologi terhadap efisiensi sumber daya dan kualitas pengelolaan kawasan.

Melalui NSCF 2026, Otorita IKN dan Korea Selatan menargetkan kerja sama teknologi serta penelitian menghasilkan solusi yang sesuai dengan kebutuhan Nusantara. Pengembangan kota cerdas diharapkan berjalan seiring dengan keberlanjutan lingkungan dan manfaat nyata bagi masyarakat.

Baca juga: Tol Fungsional IKN Dibuka untuk Kontingen Porprov Kaltim, Berlaku 5–28 November