Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Kaltim

Krisis Air Bersih Balikpapan: Waduk Teritip Mendekati Batas Operasional

20
×

Krisis Air Bersih Balikpapan: Waduk Teritip Mendekati Batas Operasional

Sebarkan artikel ini
Krisis air bersih Balikpapan

Balikpapan — Krisis air bersih di Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, memasuki fase yang perlu diwaspadai. Volume air di Bendungan Teritip disebut terus menurun dan mendekati batas mati operasional, sementara sebagian warga mengaku harus membeli air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Direktur Utama Perumda Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB), Yudhi Sahruddin, mengatakan daya tampung Bendungan Teritip diperkirakan tersisa sekitar 670 meter kubik. Adapun batas dead storage berada di level 500 meter kubik.

Example 300x600

“Perkiraan saat ini daya tampung hanya 670 kubik dan dead storage di level 500 kubik. Jika masuk level tersebut, kita sudah tidak bisa lagi mengambil air dari waduk,” ujar Yudhi pada Jumat (30/10/2026).

Krisis Air Bersih Balikpapan Dipicu Penurunan Debit Waduk

Penurunan volume air baku terjadi setelah Balikpapan menghadapi kemarau panjang yang berdampak pada sumber air baku. PTMB berharap kondisi waduk mulai pulih pada periode November hingga Desember seiring peralihan menuju musim penghujan.

Untuk menjaga suplai, PTMB memindahkan unit pengolahan air bergerak ke kawasan Gunung Tembak. Pasokan itu disalurkan ke permukiman terdampak melalui armada tangki.

“IPA Mobile ditempatkan di Gunung Tembak. Tadinya di utara dan kami pindahkan ke timur karena kondisi waduk Teritip yang mengalami krisis. Ini menjadi bantuan untuk suplai ke warga melalui tangki,” kata Yudhi.

Warga Balikpapan Keluarkan Biaya Tambahan

Gangguan distribusi turut menekan pengeluaran rumah tangga. Warga Sepinggan, Afni Nuzulu, menyebut biaya pemenuhan air bersih keluarganya meningkat sekitar 75 persen per bulan karena harus membeli air dari luar dan menambah biaya laundry.

“Kami jadi over spending karena harus beli air bersih dari luar untuk kehidupan sehari-hari. Kenaikan pengeluaran untuk air bersih sekitar 75 persen per bulan,” ujar Afni.

Afni mengatakan satu pembelian air berkapasitas 1.200 liter dibanderol sekitar Rp120 ribu dan hanya digunakan untuk 10–14 hari bagi dua orang. Ia berharap armada distribusi air ditambah agar warga tidak perlu mengantre terlalu lama.

PTMB Minta Warga Menghemat Air

PTMB mengimbau masyarakat mengurangi pemakaian yang tidak mendesak dan menyiapkan cadangan air secara bijak. Warga juga diminta mengikuti informasi layanan tangki melalui kanal resmi PTMB.

“Saya mengingatkan dan mengimbau kepada seluruh warga kota tetap bijak dalam menggunakan air. Penghematan dalam memanfaatkan air akan sangat membantu seluruh warga untuk mendapatkan air yang lebih layak,” ujar Yudhi.

Informasi kondisi waduk dan distribusi air ini sebelumnya disampaikan dalam laporan detikKalimantan dan pengumuman layanan pada situs resmi PTMB.