SAMARINDA — Mahakam Investment Forum (MIF) 2026 mencatat potensi investasi Kaltim senilai Rp32,7 triliun. Nilai itu berasal dari penandatanganan empat nota kesepahaman (MoU) di sektor hilirisasi dan energi selama forum berlangsung pada 20–22 Oktober 2026.
Forum yang digelar di Samarinda dan Ibu Kota Nusantara (IKN) itu juga menghasilkan 30 surat pernyataan minat investasi atau Letter of Intent (LoI). Kegiatan tersebut mempertemukan 321 calon investor dan pelaku usaha dengan pemilik proyek Investment Project Ready to Offer (IPRO).
Empat MoU MIF 2026 menyasar sektor energi
Empat kesepakatan yang ditandatangani mencakup pembangunan pabrik gasifikasi batu bara, satu pembangkit listrik tenaga gas, serta dua pembangkit listrik tenaga surya. Kesepakatan ini diarahkan untuk memperkuat hilirisasi sumber daya alam sekaligus mendukung kebutuhan energi industri di Kalimantan Timur.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kaltim Jajang Hermawan mengatakan potensi sumber daya alam daerah menjadi modal penting untuk menarik investasi pada sektor pengolahan dan industri bernilai tambah.
“Realisasi investasi Kaltim terus meningkat, sehingga peluang pengembangan industri semakin terbuka,” ujar Jajang dalam siaran pers Bank Indonesia Provinsi Kaltim, Kamis (22/10/2026).
Investor jajaki proyek di Kaltim dan IKN
Rangkaian MIF 2026 diselenggarakan BI Kaltim bersama Pemerintah Provinsi Kaltim melalui Regional Investor Relations Unit (RIRU), dengan sinergi Otorita IKN. Dalam forum itu, investor mengikuti 51 sesi pertemuan bisnis dengan 11 pemilik proyek IPRO.
Kaltim Industrial Estate (KIE) menjadi proyek yang mencatat jumlah LoI terbanyak. Selain sektor industri dan energi, peluang investasi juga dibuka pada perdagangan, logistik, akomodasi, jasa pendukung pembangunan IKN, serta pariwisata di Kepulauan Derawan dan Maratua.
Deputi Bidang Pendanaan dan Investasi Otorita IKN Sudiro Roi Santoso menyebut investor dapat menjajaki proyek melalui investasi langsung maupun kemitraan pemerintah dan badan usaha (KPBU).
“Investor dapat menjajaki peluang melalui investasi langsung maupun kemitraan pemerintah dan badan usaha,” katanya.
Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud menyampaikan realisasi investasi daerah pada 2025 mencapai Rp87 triliun, naik dari Rp76 triliun pada 2024. Menurut dia, keberadaan kawasan ekonomi khusus dan kawasan industri ikut memperkuat hilirisasi serta kegiatan usaha bernilai tambah.
Informasi kegiatan dan peluang investasi MIF 2026 juga disampaikan melalui keterangan resmi Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur. (Redaksi)








