Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Kaltim

Banjir Selili Samarinda Kian Parah, DPRD Ajak 9 Legislator Cari Solusi Drainase

16
×

Banjir Selili Samarinda Kian Parah, DPRD Ajak 9 Legislator Cari Solusi Drainase

Sebarkan artikel ini
Banjir Selili Samarinda yang merendam kawasan Selili pada 15–18 Juni 2026.

Banjir Selili Samarinda yang sempat merendam kawasan Selili, Kecamatan Samarinda Ilir, pada 15–18 Juni 2026 kembali memantik desakan agar penanganannya tidak setengah-setengah. Anggota DPRD Samarinda Suparno meminta sembilan legislator dari Dapil I bergotong royong mencari solusi jangka panjang, terutama di jalur drainase dan aliran air kiriman dari Sambutan.

Banjir Selili tak lagi dianggap musiman

Genangan di kawasan Selili disebut mencapai sekitar 80 sentimeter dan dinilai lebih parah dari biasanya. Suparno menilai kondisi itu memperlihatkan banjir di lokasi tersebut sudah menjadi persoalan lintas wilayah yang tidak bisa dibebankan ke satu instansi saja.

Example 300x600

“Luapan air di Jalan H Marhusein misalnya, itu kiriman dari wilayah Sambutan. Selili hanya menerima dampaknya. Karena itu, persoalan ini perlu ditangani banyak pihak,” ujar Suparno, Minggu (21/6/2026).

Pokir dewan ikut disorot

Menurut dia, kelurahan, kecamatan, Pemkot Samarinda, hingga anggota DPRD dari dapil Samarinda Ilir, Samarinda Kota, dan Sambutan perlu duduk bersama untuk menyusun langkah konkret. Ia juga menilai pokok-pokok pikiran dewan bisa diarahkan untuk memperkuat drainase agar solusi tidak berhenti di penanganan darurat.

Suparno bahkan mengajak delapan anggota DPRD Samarinda lain di dapil itu untuk sama-sama menyisihkan pokir bagi perbaikan saluran air. Dalam pandangannya, keterbatasan anggaran daerah tidak semestinya membuat pembangunan infrastruktur dasar tertunda terus-menerus.

Aliran kiriman dari Sambutan

Dari peninjauan lapangan, aliran air di kawasan itu disebut seharusnya melewati anak-anak sungai sebelum bermuara ke Sungai Kapih dan Sungai Mahakam. Namun, kapasitas saluran kecil tersebut dinilai sudah tidak memadai ketika debit air naik tinggi.

Masalah Selili juga menambah daftar pekerjaan rumah infrastruktur Samarinda. Liputan Samarinda lain bisa dibaca di tag Samarinda, sementara pembaruan resmi penanganan wilayah dapat dipantau melalui situs DPRD Samarinda.