Samarinda, 25 Juni 2026 — Pemerintah Kota Samarinda masih memusatkan perhatian pada penyempurnaan Teras Samarinda Tahap II. Ruang publik di tepi Sungai Mahakam itu sudah memasuki tahap akhir pada sejumlah segmen, namun bagian lain masih dibenahi untuk memastikan aspek keselamatan, kenyamanan, dan fungsi kawasan benar-benar siap digunakan masyarakat.
Dalam perkembangan terbaru, segmen 2 hingga 4 disebut sudah mendekati tahap fungsional, sementara segmen 1 masih memerlukan sejumlah sentuhan teknis. Pekerjaan yang tersisa mencakup perapian jalur pejalan kaki, finishing area publik, penataan akses, serta pengecekan fasilitas pendukung agar kawasan bisa dibuka tanpa mengorbankan keamanan.
Penyempurnaan Segmen 1 Jadi Penentu Pembukaan Penuh
Pemkot Samarinda ingin memastikan Teras Samarinda tidak hanya selesai secara visual, tetapi juga matang dari sisi tata ruang dan keselamatan. Pendekatan itu membuat pemerintah kota memilih menuntaskan detail akhir terlebih dahulu ketimbang terburu-buru membuka seluruh kawasan untuk publik.
Di lapangan, penyempurnaan ini juga menjadi penting karena Teras Samarinda sudah terlanjur menjadi salah satu titik favorit warga untuk berjalan santai, berfoto, dan menikmati tepian Mahakam. Begitu Tahap II berfungsi penuh, kawasan ini diharapkan bisa menambah kapasitas ruang publik sekaligus memperkuat aktivitas ekonomi di sekitarnya. Sebelumnya, kawasan ini juga telah disebut mulai memberi kontribusi ekonomi dalam laporan Teras Samarinda Mulai Sumbang PAD.
Selain aspek kenyamanan, penyelesaian tahap akhir juga diharapkan memberi kepastian bagi warga yang menunggu pembukaan lebih luas. Jika semua berjalan sesuai jadwal, Teras Samarinda Tahap II diproyeksikan mulai bisa dimanfaatkan dalam hitungan beberapa bulan ke depan, setelah seluruh pekerjaan teknis dan pengecekan lapangan benar-benar tuntas.
Bagi Samarinda, keberadaan proyek ini bukan sekadar soal ruang baru untuk bersantai. Teras Samarinda Tahap II juga dipandang sebagai bagian dari penataan wajah kota yang lebih rapi, ramah pejalan kaki, dan memiliki daya tarik wisata perkotaan yang lebih kuat di pusat ibu kota Kaltim.








