Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
BeritaKaltim

Penerbangan Samarinda-Melak Kembali Dibuka 17 Juni, Wings Air Uji Coba 3 Kali Sepekan

29
×

Penerbangan Samarinda-Melak Kembali Dibuka 17 Juni, Wings Air Uji Coba 3 Kali Sepekan

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi pesawat Wings Air untuk rute Samarinda-Melak di Kutai Barat.
Ilustrasi rute penerbangan Wings Air Samarinda-Melak.

LAMDAK.CO, SAMARINDA — Penerbangan Samarinda-Melak di Kutai Barat dipastikan kembali dibuka mulai 17 Juni 2026 setelah vakum hampir empat tahun. Rute ini akan dilayani Wings Air tiga kali sepekan menggunakan pesawat ATR 72 dengan waktu tempuh sekitar 45 menit.

Kepastian itu mengemuka dalam rapat koordinasi Pemerintah Kabupaten Kutai Barat bersama manajemen maskapai di Kantor Dinas Perhubungan Kubar pada Senin, 8 Juni 2026. Pembukaan kembali jalur udara ini dinilai penting karena warga selama ini lebih banyak mengandalkan perjalanan darat dan sungai yang memakan waktu panjang dari Melak ke Samarinda.

Example 300x600

Jadwal awal tiga kali sepekan

Station Manager Wings Air GHS Melak, Andi Muh Dhevara Saputra, mengatakan penerbangan Samarinda-Melak pada tahap awal masih bersifat uji coba tiga kali sepekan. Jika permintaan penumpang stabil dan terus naik, frekuensinya berpeluang ditambah menjadi penerbangan harian.

“Untuk saat ini kita masih melakukan percobaan tiga kali seminggu. Kalau penumpangnya meningkat dan berkelanjutan, bukan tidak mungkin nantinya bisa menjadi penerbangan setiap hari,” kata Andi.

Jadwal awal disiapkan setiap Senin, Rabu, dan Jumat. Pesawat berangkat dari Bandara Aji Pangeran Tumenggung Pranoto Samarinda pukul 09.05 Wita dan dijadwalkan tiba di Bandara Melalan pukul 09.50 Wita. Dari Melak, penerbangan berangkat pukul 10.15 Wita dan mendarat di Samarinda pukul 11.00 Wita.

Kapasitas ATR 72 dan dampak bagi Kutai Barat

Wings Air menyiapkan pesawat ATR 72 berkapasitas 72 kursi untuk rute ini. Namun, untuk penerbangan Melak menuju Samarinda, jumlah penumpang sementara dibatasi sekitar 65 orang karena panjang landasan di Bandara Melalan masih terbatas.

Andi menilai rute ini punya pasar yang cukup besar, mulai dari perjalanan pemerintahan, bisnis, pertambangan, perkebunan, hingga mobilitas warga yang membutuhkan transportasi lebih cepat daripada jalur darat.

Plt Kepala Dinas Perhubungan Kutai Barat, Rita Nursandy, mengatakan pembukaan kembali penerbangan Samarinda-Melak diharapkan mempercepat urusan perizinan, bisnis, pendidikan, dan layanan pemerintahan warga Kutai Barat ke ibu kota provinsi. Menurut dia, kali ini pembukaan rute juga disepakati tanpa skema deposit atau blok kursi dari pemerintah daerah.

“Ini tentu membantu masyarakat yang memiliki urusan ke Samarinda, baik perizinan maupun bisnis, karena lebih cepat dan efisien dari sisi waktu,” ujar Rita.

Bagi wilayah yang sedang mengejar konektivitas dengan pusat pertumbuhan Kalimantan Timur, tambahan akses udara ini bisa menjadi pelengkap arus mobilitas yang sebelumnya lebih banyak ditopang transportasi Samarinda dan jalur darat. Informasi awal pembukaan rute ini juga muncul dalam laporan rapat koordinasi yang memuat detail jadwal dan kapasitas penerbangan.