LAMDAK.CO, SAMARINDA — Layanan angkutan umum Samarinda berbasis Buy The Service (BTS) ditargetkan mulai beroperasi paling lambat 1 April 2027. Pemerintah Kota Samarinda menyiapkan dua trayek awal dengan kebutuhan 16 armada.
Target itu disampaikan dalam pembahasan persiapan layanan transportasi perkotaan pada awal November 2026. Program tersebut mendapat dukungan Kementerian Perhubungan melalui skema pembelian layanan, sementara studi perencanaan trayek dan pembahasan nota kesepahaman masih berjalan.
Angkutan umum Samarinda siapkan dua trayek awal
Dua rute sementara yang disiapkan adalah trayek 1A dan 1B. Keduanya menghubungkan Terminal Lempake dengan kawasan pusat kota, dengan titik keberangkatan yang direncanakan dari Terminal Pasar Pagi atau Teras Samarinda 2.
Kepala Dinas Perhubungan Samarinda Hotmarulitua Manalu mengatakan, kebutuhan 16 armada itu terdiri atas kendaraan operasional dan cadangan. Penetapan rute akhir tetap menunggu pematangan studi agar layanan dapat menyesuaikan pola perjalanan warga.
“Yang sementara terpilih adalah trayek 1A dan 1B, dari Terminal Pasar Pagi atau Terminal Samarinda Seberang menuju Terminal Lempake,” kata Manalu dalam penjelasan terkait rencana layanan tersebut.
Dishub masih mematangkan desain layanan
Pembahasan dengan Kementerian Perhubungan dilakukan bersamaan dengan penyelesaian studi perencanaan. Pemerintah kota ingin memastikan rute, jumlah armada, titik pemberhentian, serta pola operasional dapat menjawab kebutuhan mobilitas masyarakat.
Selain dua trayek awal, rencana induk transportasi Samarinda juga memuat pengembangan trayek utama dan layanan pengumpan dari kawasan permukiman menuju jalur utama. Tahapan perluasan akan mengikuti hasil kajian dan kesiapan pendanaan.
Target operasi 1 April 2027
Dengan dukungan pembiayaan melalui skema BTS, layanan angkutan umum Samarinda ditargetkan berjalan pada 1 April 2027. Sebelum tanggal tersebut, pemerintah daerah masih perlu menuntaskan kesepakatan kerja sama, studi trayek, pengadaan atau penyiapan armada, serta kesiapan halte dan sistem layanan.
Jika seluruh tahapan berjalan sesuai rencana, dua trayek awal ini diharapkan menjadi fondasi penguatan transportasi publik Samarinda dan pilihan mobilitas yang lebih teratur bagi warga.








