Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
BisnisIKNKaltim

Alimuddin Dorong UMKM Balikpapan Jemput Peluang IKN, Jangan Cuma Menunggu

15
×

Alimuddin Dorong UMKM Balikpapan Jemput Peluang IKN, Jangan Cuma Menunggu

Sebarkan artikel ini
Alimuddin dari Otorita IKN berbicara di Balikpapan soal peluang UMKM memanfaatkan pembangunan IKN.
Deputi Bidang Sosial, Budaya, dan Pemberdayaan Masyarakat OIKN, Alimuddin, berbicara dalam dialog UMKM di Balikpapan.

LAMDAK.CO, BALIKPAPAN — Deputi Bidang Sosial, Budaya, dan Pemberdayaan Masyarakat Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN), Dr. Ir. H. Alimuddin, mendorong pelaku UMKM Balikpapan dan IKN untuk bergerak lebih cepat menangkap peluang ekonomi yang muncul dari pembangunan ibu kota baru itu. Ia menilai kawasan sekitar tidak boleh hanya menjadi penonton ketika pasar baru mulai terbuka.

Pernyataan itu ia sampaikan saat dialog interaktif bersama pelaku UMKM di Auditorium Balai Kota Balikpapan, Sabtu, 6 Juni 2026, yang juga dihadiri Kunjungan Staf Khusus Presiden Bidang UMKM dan Teknologi Digital RI, Tiar Nabila Karbala. Dalam forum itu, Alimuddin menekankan bahwa keberhasilan IKN akan sangat ditentukan oleh sejauh mana masyarakat sekitar merasakan manfaat langsung dari pembangunan.

Example 300x600

IKN tetap berjalan, UMKM jangan menunggu

Alimuddin mengingatkan bahwa isu pembangunan IKN tidak boleh dibaca setengah-setengah. Ia menilai masih ada masyarakat yang mudah terpengaruh kabar tidak utuh, termasuk narasi yang menyebut pembangunan IKN berhenti.

“Jangan IKN yang mempersiapkan kita, tetapi kita yang harus mengejar dan menyesuaikan diri dengan perkembangan IKN,” ujarnya.

Menurut Alimuddin, pembangunan IKN kini sudah memasuki tahap kedua dari lima tahapan yang direncanakan. Ia juga menyebut proyek tersebut tetap berjalan sesuai regulasi, termasuk dukungan kebijakan melalui Peraturan Presiden Nomor 79 tentang percepatan pembangunan IKN. Untuk konteks lebih luas soal arah kawasan, pembaca juga bisa melihat laporan Lamdak tentang dampak ekonomi IKN ke Balikpapan, Samarinda, PPU, dan Kukar.

Ia menambahkan, literasi digital yang rendah membuat sebagian orang mudah terprovokasi informasi yang tidak lengkap. Karena itu, ia meminta pelaku UMKM dan warga sekitar IKN membaca perkembangan proyek secara utuh sebelum mengambil kesimpulan.

Booth bersama dan konsorsium UMKM jadi jalan masuk

Dalam forum tersebut, Alimuddin secara khusus meminta UMKM Balikpapan membentuk konsorsium atau wadah bersama agar produk lokal bisa dipasarkan lebih kuat di kawasan IKN. Ia bahkan mengusulkan agar para pelaku usaha menyiapkan etalase atau booth bersama supaya ruang pasar tidak direbut pelaku dari luar daerah.

“Kesempatan itu ada di depan mata. Jangan sampai diisi orang lain, lalu kita hanya menyalahkan. Kalau kita menanam lebih dulu dan merawatnya dengan baik, kita yang akan panen lebih dulu,” tegasnya.

Ia juga menilai Balikpapan berada dalam posisi strategis karena menjadi salah satu kota yang paling awal merasakan efek pembangunan IKN, baik dari sisi ekonomi maupun tantangan baru seperti peningkatan volume sampah. Dengan jumlah penduduk sekitar 800 ribu jiwa, Balikpapan menurutnya sudah menghadapi beban produksi sampah setara kota berpenduduk satu juta orang.

Meski demikian, ia melihat tantangan itu juga bisa diubah menjadi peluang ekonomi, termasuk lewat inovasi pengelolaan sampah dan penguatan rantai pasok kebutuhan kawasan. Alimuddin menyebut pula bahwa saat bertugas dalam Satgas libur Natal dan Tahun Baru, sekitar 150 ribu orang tercatat berkunjung ke kawasan IKN.

Angka itu, kata dia, menunjukkan bahwa IKN punya daya tarik besar dan terus membentuk pasar baru di sekitar Balikpapan dan wilayah penyangga lainnya. Dalam jangka panjang, kawasan inti IKN diproyeksikan dihuni hingga dua juta penduduk, sementara wilayah sekitarnya akan ikut berkembang lebih luas.

“Saya yakin Balikpapan akan menjadi salah satu daerah yang paling banyak menikmati dampak positif pembangunan IKN, apalagi ketika akses tol sudah dibuka,” pungkasnya.

Untuk rujukan resmi mengenai perkembangan kawasan, pembaca dapat mengakses situs resmi OIKN.