Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Politik

Gubernur Kaltim ke Singapura saat Karhutla, Pemprov Beri Klarifikasi

27
×

Gubernur Kaltim ke Singapura saat Karhutla, Pemprov Beri Klarifikasi

Sebarkan artikel ini
Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud saat berada di Singapura di tengah sorotan karhutla
Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud menjalani pemeriksaan kesehatan di Singapura.

LAMDAK.CO, SAMARINDA — Keberadaan Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud di Singapura saat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menjadi sorotan publik. Pemprov Kaltim menyatakan perjalanan itu dilakukan untuk pemeriksaan kesehatan dan menggunakan biaya pribadi.

Foto Rudy saat berada di sebuah hotel di Singapura beredar di media sosial pada Senin, 12 Oktober 2026. Perhatian publik menguat karena pada waktu yang sama sejumlah wilayah Kaltim masih menghadapi dampak asap karhutla.

Example 300x600

Klarifikasi Pemprov Kaltim soal perjalanan Rudy Mas’ud

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kaltim Ririn Sari Dewi mengatakan Rudy menjalani medical check-up di Rumah Sakit Mount Elizabeth, Singapura. Menurut dia, agenda tersebut berlangsung pada akhir pekan agar tidak mengganggu pelayanan pemerintahan.

“Bapak medical check-up di Singapura. Biaya pakai dana pribadi, bukan APBD,” kata Ririn, dikutip dari laporan SuaraKaltim, Selasa (13/10/2026).

Ririn juga menyebut perjalanan tersebut telah memperoleh izin lisan dari Menteri Dalam Negeri. Permohonan tertulis, kata dia, disampaikan secara paralel karena keberangkatan dilakukan pada akhir pekan.

Rudy disebut kembali ke Kaltim

Rangkaian agenda yang disampaikan Pemprov Kaltim menunjukkan Rudy masih menjalankan kegiatan pemerintahan sebelum dan sesudah perjalanan. Ia disebut telah kembali ke Kalimantan Timur pada Selasa, 13 Oktober 2026.

Isu tersebut tetap menjadi perhatian karena karhutla berdampak pada kualitas udara dan aktivitas warga. Pemerintah daerah diminta memastikan penanganan bencana berjalan beriringan dengan pelayanan publik serta komunikasi yang terbuka.

Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya juga mengingatkan kepala daerah agar memprioritaskan warga terdampak bencana dan meminta laporan ditindaklanjuti apabila disertai bukti yang cukup.

“Kami ingin seluruh kepala daerah sekarang memahami suasana kebatinan warga yang terdampak bencana. Itu sangat tidak mudah. Kami minta pemda fokus ke situ,” ujar Bima, dikutip Monitor Indonesia.

Baca laporan lanjutan tentang sorotan perjalanan Gubernur Kaltim.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *